Pemasyarakatan Dituntut 'PASTI' Pada Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke 55 - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 30 April 2019

Pemasyarakatan Dituntut 'PASTI' Pada Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke 55

0 Viewers

Berita Rakyat, Medan ~ Bertajuk Pemasyarakatan PASTI, Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) menjadi acara pamungkas dalam rangkaian hari lahimya Pemasyarakatan yang memasuki usia yang Ke 55 pada 27 April 2019.

Pemasyarakatan semakin dituntut untuk mengimplementasikan nilai Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan, dan Inovatif (PASTI) demi mewududkan Revitalisasi Pemasyarakatan. Acara berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika Kelas IIA Jakarta, Sabtu, (27/04/2019).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly, Perwira Upacara, Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Lilik Sujandi, dan Komandan Upacara, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika Kelas IIA Jakarta, Asep Sutandar.

Dikesempatan itu, Yassona berharap peringatan HBP ini menjadi spirit-legacy untuk meneruskan semangat juang dan pengabdian para pendahulu dan peletak dasar Pemasyarakatan.

Pemenuhan hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berbalut teknologi informasi menjadi jawaban PASTI demi menghilangkan maraknya isue pungutan liar serta proses birokrasi yang berbelit-belit sebagai tonggak awal dimulainya rangkaian sekaligus fokus Pemasyarakatan untuk mewujudkan Pemasyarakatan PASTI.

Keberhasilan enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan meraih predikat satuan kerja (satker) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menjadi bukti diimplementasikannya nilai PASTI oleh jajaran Pemasyarakatan selama satu tahun terakhir ini.

Selain itu, melalui Deklarasi Pembelian Hak Remisi, Integrasi Narapidana dan Anak serta Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) UPT Pemasyarakatan, pelaksanaan tata kelola barang sitaan dan barang rampasan negara di Rumah Barang Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) dengan sistem barcode, Focus Group Discussion (FGD) Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian (Mahkumjakpol) Plus juga dilaksanakan dalam rangka menyongsong hari lahirnya Pemasyarakatan.

Tak berhenti disitu saja, sebagai bentuk kepedulian Pemasyarakatan untuk menjaga dan melestarikan bumi, dilaksanakan aksi penanaman sejuta pohon di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang dipusatkan di Open Camp Ciangir.

Kegiatan Gerakan Nasional Pemenuhan Hak Identitas Anak dalam rangka Revitalisasi Pemasyarakatan Bagi Anak, Bakti Merah Putih Narapidana membersihkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, pameran produk unggulan narapidana, pencanangan Direktorat Teknologi Infonnasi dan Kerja Sama (Dit. Tikers) menuju Zona Integrasi (Z1) Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan diakhiri dengan diselenggarakannya rapat kerja teknis Pemasyarakatan tahun 2019 yang berfokus untuk mematangkan sistem revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan dan Pentasbihan UPT Pemasyarakatan yang ada di Nusakambangan sebagai Pilot Project revitalisasi Pemasyarakatan.

Hal yang sudah dilakukan Pemasyarakatan semua itu sejalan dengan apa yang dikatakan Yassona saat memberikan amanat pada upacara tersebut. Yasonna menuturkan bahwa saat ini Pemasyarakatan terus berbenah dan bertransformasi untuk menjadi pranata sosial yang mampu menyiapkan WBP yang tangguh, berketrampilan, dan memiliki produktifltas yang tinggi dari program yang dijalankan.

Rangkaian Upacara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 diisi dengan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)/ Perjanjian Kerjasama, Prasasti dilanjutkan dengan pemberian penghargaan serta launching buku.

"Pemasyarakatan dan Legacy”. Selain itu, ada penyerahan buku “Biarkan saja Metronom itu” oleh Aswendo Atmowiloto kepada Menteri Hukum dan HAM RI, atraksi kolone senapan oleh pleton kolone senjata petugas Pemasyarakatan, penampilan seni beladiri Yongmodo Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambarawa.

Serta display marching band taruna Poteknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP), dan puncaknya akan ada persembahan tari kolosal “Rampak 55” oleh 55 WBP yang diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Sekretaris Jenderal Kementen’an Hukum dan HAM RI dan Direktur
Jenderal Pemasyarakatan. 

Ditempat terpisah, , Kepala Rumah Tahanan Klas I Medan, Rudi F Sianturi, Amd. IP, SH kepada Berita Rakyat.co.id, mengatakan, pihaknya siap mempertahankan serta meneruskan perjuangan para pahlawan pemasyarakatan, dengan membuat gagasan-gagasan perubahan kinerja yang lebih baik. 

Rutan Klas I Tanjung Gusta Medan juga siap  mendukung program pemerintah, terutama  program Kementerian Hukum dan HAM, serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang  berbasis HAM. 

"Pada hakekatnya Rutan Klas I Medan siap mempertahankan dan meneruskan perjuangan  para pahlawan pemasyarakatan. Gagasan untuk perubahan kinerja yang lebih baik akan selalu kita tingkatkan, penerapan disiplin dan etos kerja yang baik, " ujar Rudi F Sianturi.

Selain itu dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Rutan Klas I Medan sampai saat ini  tetap terus berbenah dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada para warga binaan pemasyaraktan (WBP) sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP)  yang ada, " tegas Ka Rutan.


Penulis : Sofar Panjaitan
Editor : Abdi

Tidak ada komentar:

Post Top Ad