Selasa, 05 Maret 2019

Kemenkumham NTB Pengelolaan Rupbasan Barang Berbasis IT Penting.

Bagikan Berita ini:
Ist.
Berita Rakyat, NTB - Kepala Kantor Wilayah (Kakan wil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Kemenkumham) Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs.Andi Dahrif Hafied. M.Si menyatakan Pengelolaan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Barang Berbasis IT sangat diperlukan dan penting.

Kakanwil Kemenkumham NTB. Drs.Andi Dahrif Hafid.M.Si saat ditemui wartawan seusai membuka acara tersebut secara Resmi  disebuah Hotel berbintang di Mataram NTB (4/3).

Kakanwil Kemenkumham NTB didampingi Kadiv. Pemasyarakatan Dwi Astiti dan Kadiv Administrasi Ida Asep Somara menjelaskan acara ini digelar untuk Konsultasi Teknik Sosialisasi  Pedoman Pendataan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara ( Rupbasan) Barang berbasis IT.

Selain itu acara ini  dirangkaikan  juga dengan Konsultasi Teknik Petunjuk Pelaksanaan Layanan Rehabilitasi Narkotika bagi tahanan warga binaan UPT Pemasyarakatan se NTB.

"Acara ini di gelar selama 3 hari terhitung mulai pada hari senin, 4 Maret sampai dengan 6 Maret 2019 dengan peserta sebanyak 28 orang se Nusa Tenggara Barat " sembari Kakanwil yang santun ini persilahkan  kepada wartawan untuk  menanyakan kepada kedua orang pejabat Kemenkumham NTB yang  pada saat itu sedang berada disampaing Kanan dan kiri Kakanwil Kemenkumham NTB.

Ditempat sama Kadiv Dwi Astiti menjawab atas pertanyaan wartawan menyatakan dengan harapan agar petugas pemasyarakatan bisa mengelola Benda Sitaan Negara (Basan) barang secara IT sehingga informasi  bisa cepat kita dapatkan ketika kita membutuhkan informasi secara akurat katanya.

Demikian pula Kadiv Dwi Astiti menegaskan agar para pecandu Narkotika yang ada dilapas /Rutan segera hilang dari ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang terangnya 

Hal ini penting kata perempuan yang berwajah cantik ini yaitu kita satukan dulu persepsi kita bahwa para pecandu seyogyanya tidak di masukkan kelapas /Rutan  tetapi begitu putus di Pengadilan langsung di rehabilitasi sehingga kondisi Lapas/Rutan tidak semakin banyak penghuninya, harapnya.

Kadiv Administrasi Kemenkum ham NTB Ida Asep Somara menyatakan apapun yang menjadi kebijakan Direktorat Jenderal Teknik dalam hal ini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan baik dalam pengelolaan barang sitaan dan barang rampasan negara maupun tentang rehabilitasi bagi warga binaan Lapas/Rut an khususnya bagi pecandu Narkoba.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sekarang sedang melakukan revitalisasi terhadap  pelaksanaan tugas dan fungsinya katanya.

Namun disisi lain memang masih kekurangan dalam hal  Rupbasan ini karena kita belum memiliki Rupbasan di setiap Kabupaten/Kota terangnya.

Rupbasan itu sebetulnya tempat titipan barang bukti yaitu Orangnya dititip di Lapas/Rutan, sedangkan barang buktinya itu dititipkan di Rupbasan.

Konteknya seperti itu namun demikian konteksnya sekarang Rupbasan yang ada itu mau di optimalkan tegasnya.

Bahwa pendataan barang sitaan dan barang rampasan ini ber basis teknologi informasi IT akan terkoneksi dengan instansi yang menitipkan barang tersebut ungkapnya

"Barang barang titipan itu ada besar dan ada pula yang kecil, Barang barang tersebut tidak mungkin juga dihadirkan semua di Pengadilan pada saat sidang berlangsung. Namun  data ini sudah bisa terhubung  disetiap Rupbasan untuk keperluan sidang dipengadilan," tegasnya.

Penulis : Taqwa
Editor : Hary

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment