Jalan Tak Kunjung diperbaiki, Warga Ancam Golput di Pemilu 2019 - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 30 Maret 2019

Jalan Tak Kunjung diperbaiki, Warga Ancam Golput di Pemilu 2019

0 Viewers
Foto : Bentuk kekesalan warga dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak, Kamis (28/03/2019).
Berita Rakyat, Lobar, NTB - Jalan menuju Dusun Ubalhair Desa Eyat Mayangyang menghubungkan dengan Dusun KesambiRempek, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Nusa Tenggara Barat (NTB) Rusak Berat.

Demikian dikatakan Kepala Dusun (Kadus) Ubalhair Mardan kepada Wartawan usai sibuk melerai/menghalau puluhan warganya yang nekat menanam pohon pisang ditengah jalan, Kamis (28/03/2019).

Kadus Mardan menjelaskan sudah 4 tahun warga diberikan janjj Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat (Lobar), Kepala Desa (Kades) Eyat Mayang dan Camat Lembar hingga Bupati Lombok Barat (Lobar) maupun para calon Legislator bahwa jalan di Dusun Ubalhair yang rusak tersebut akan diperbaiki dan di aspal. Namun kenyataannya hingga saat ini jalan yang rusak itu belum juga di perbaiki," ujar Mardan.

Warga tanam pohon pisang di jalan tersebut karena kesal kepada pemerintah daerah, yang dinilai lamban tidak memperhatikan nasib warga di tiga dusun yang harus melalui jalan yang rusak berat itu setiap hari," ungkapnya.

Bayangkan, ada 3 ribu penduduk di tiga Dusun itu setiap aktivitasnya harus melewati jalan yang rusak. Pasalnya, jalan tersebut merupakan satu satunya akses jalan yang dilalui warga tiap hari. Tidak ada jalan lain yang bisa dilalui warga sebagai jalan alternatif kecuali jalan yang sudah rusak tersebut," terangnya.

Warga mengalami kesulitan untuk mengantar anak - anaknya yang pergi sekolah. Serta seperti bidan Desa hanya bisa datang sekali setiap bulannya dengan berjalan kaki karena bidan tersebut kerap jatuh menggunakan sepeda motor, karena jalan rusak parah," pungkas Mardan, (28/03).

"Warga yang nekat mengendarai kendaraan roda dua (motor) yang melewati jalan itu juga kerap mengalami kecelakaan tunggal. Bukan hanya motor yang sulit melewati jalan itu, warga yang menggunakan mobil untuk menuju Dusun Ubalhair juga mengeluh jika melewati jalan tersebut karena jalan rusak. Sementara warga di tiga Dusun tersebut penghasilannya hanya mengandalkan membuat batu bata".

Akibat dari rusaknya jalan tersebut, mobil, truk yang biasanya datang mengambil atau mengangkut batu bata warga tidak ada yang berani, sehingga perekonomian warga setempat lumpuh total," beber Kadus Mardan.

Lebih ironi lagi, jika ada warga sakit terpaksa digotong (tandu, red) secara beramai-ramai oleh warga untuk diantar ke Puskesmas. Seperti baru - baru ini ada warga Dusun Ubalhair bernama Hairyah yang hendak bersalin, warga pun membantu dengan Hairyah dengan di tandu diantar ke Puskesmas. Namun belum sampai di Pukesmas, Hairyah melahirkan jabang bayi dipinggir jalan karena Bidan Desa hanya datang sekali sebulan gara gara jalan rusak," tambahnya.

Imbas dari jalan rusak itu, jika warga sakit tengah malam harus melewati hutan belukar tanpa listrik penerangan jalan.Betapa sulitnya warga minta tolong kepada pemerintah agar jalan yang rusak itu dapat diperbaiki," keluhnya.

Warga berharap agar Pemda Lobar dapat memberi atensi, perhatian dan solusi untuk membantu memperbaiki jalan yang sudah rusak itu agar aktivitas warga normal kembali.

Sementara itu ditempat sama salah satu warga bernama Jainuddin (35) seusai menanam pohon pisang dijalan tersebut menyatakan sudah terlalu sering Kades, Camat, calon DPRD berjanji agar jalan yang rusak itu di aspal, tapi hanya janji-janji saja," kata Jainuddin kepada Wartawan, Kamis (28/03/2019).

Jika jalan yang rusak itu tidak diperbaiki, ratusan warga lainnya mengancam bahwa warga di tiga Dusun itu akan Golput pada Pileg dan Pilpres tanggal 17 April2019," imbuhnya.

Ditempat terpisah Bidan Desa Ayu membenarkan, hanya sekali tiap bulan datang di Dusun Ubalhair disebabkan medannya sangat sulit dilalui kendaraan, jalannya belum diaspal sehingga licin. Apalagi sekarang ini musim hujan tentu jalannya penuh lumpur. Dan kepada pemerintah agar jalan tersebut segera diperbaiki," tuturnya.

Sementara itu, Kepala desa Eyat Mayang H.Rabai Helmi dan Camat Lembar ketika dihubungi melalui via telepon untuk di mintai keterangan belum ada tanggapan.


Penulis : Taqwa
Editor : Yasyu

Tidak ada komentar:

Post Top Ad