Rabu, 06 Maret 2019

672 Aparatur dan Lembaga Pemerintahan Desa se-Konsel Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas

Bagikan Berita ini:
Sebanyak 672 Pejabat Pemerintah Saat Mengikuti Bimtek. | Foto : Sultan
Berita Rakyat, Kendari (SULTRA) -Sebanyak 672 Aparatur dan Lembaga Pemerintah Desa seluruh Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), yang terdiri dari 336 Kepala Desa (Kades) dan 336 Badan Pemusyaratan Desa (BPD) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas yang di gelar Pemerintah Daerah (Pemda) Konsel.

Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur Desa terkait tata cara penyusunan laporan Kades menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 46 Tahun 2016 dan Peran BPD menurut Permendagri 110/2016, bertempat di Hotel Claro -Kendari, Rabu (6/3/2019).


Kegiatan ini di buka oleh Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, ST., MM di dampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konsel, Agus Suroto, SH, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD), Drs. Asaapi, yang di hadiri para pimpinan OPD, Camat dan Kepala Bagian (Kabag) Lingkup Pemda Konsel.

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak karena telah menyerahkan laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran Dana Desa tahap ke tiga Tahun 2018 dengan tepat waktu, sehingga Konsel salah satu penerima tercepat Dana Desa Tahun 2019 dari 17 Kab/Kota se-Sultra.

"Alhamdulillah karena pelaporan keuangan Desa yang cepat, DD Pemda Konsel telah masuk di Kas Daerah, dan anggaran untuk tahap pertama akan segera kita cairkan pada Maret 2019 mendatang, olehnya itu saya minta para Kades segera merampungkan APBDes 2019 sebagai syarat untuk pencairan dana ini," ucap Surunuddin, (6/3).


Ia juga menekankan kepada OPD dan Kades agar terus meningkatkan sinergitas program kerja antara Pemerintah di Kabupaten dan Desa dengan mengesampingkan ego masing-masing, sehingga tidak tumpang tindih dan tepat sasaran dalam membangun daerah yang lebih maju.

Termasuk, antara Kades dan BPD serta masyarakat agar menciptakan hubungan yang harmonis dengan selalu melibatkan atau memusyawarahkan terlebih dahulu setiap program kerja yang akan di canangkan, sehingga tidak terjadi saling lapor yang sifatnya mengadu domba atau menjelek-jelekkan oknum bersangkutan. Selain itu juga untuk menekan atau menyelesaikan permasalahan yang akan timbul maupun yang terjadi.

Sinergitas yang kita bangun penting dilaksanakan dalam penyaluran setiap rupiah anggaran, tambah Surunuddin, karena semata-mata bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dengan program prioritas yakni, pengentasan kemiskinan dengan mengurangi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), peningkatan pelayanan Pendidikan dan Kesehatan, khususnya penanganan stunting dan gizi buruk, serta meningkatkan Imtaq dan profesionalitas kerja seluruh aparatur Pemerintah. 

Surunuddin juga mengingatkan kehati-hatian dalam penggunaan anggaran agat terhindarkan dari jeratan hukum, sebab, dalam membangun desa uang sekecil apapun tetap diminta pertanggung jawabannya.



Juga meminta kades untuk mempekerjakan perangkat Desa yang menguasai IT demi memudahkan pekerjaan, dan menambah anggaran untuk TP-PKK Desa dalam mendukung roda pemerintahan yang saat ini masih sangat minim.

Menyinggung tentang masa jabatan 100 Kades yang akan berakhir Tahun 2019, mantan Ketua DPRD Konsel ini akan segera menganggarkan pemilihan serentak di bulan Desember mendatang, agar pelaksanaan pemerintahan tidak terganggu dan dapat berjalan normal pada Tahun 2020 menuju percepatan terwujudnya Desa Maju Konsel Hebat.

Jadi selamat mengikuti Bimtek, tutur Surunuddin, kiranya peserta dapat menyimak materi dengan baik, khususnya terkait juknis atau pedoman penyusunan APBDesa, perubahan, perhitungan dan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan Desa yang benar, sehingga tata kelola pemerintahan dapat berjalan sesuai koridor dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan ini merupakan pertemuan akbar pertama kali kita gelar yang mempertemukan seluruh Kades dan BPD se-Konsel, pungkasnya, olehnya itu akan selalu di agendakan untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kapasitas aparatur dan lembaga Desa sebagai wujud cita-cita menjadikan Desa terbelakang menjadi berkembang, berkembang ke maju dan Desa Maju menuju terciptanya Desa Mandiri.

Sementara itu, Kepala BPMD, Asaapi menjelaskan bahwa selain untuk meningkatkan kapasitas desa melalui pemberian materi oleh pihak yang berkompeten, kegiatan ini juga sebagai wadah silahturahmi antara Kades dan BPD yang selama ini sering terjadi miss komunikasi dan saling lapor, sehingga kedepan dapat tercipta sinergitas yang baik dan sehat demi kelancaran pembangunan dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat menuju terwujudnya Desa Maju Konsel Hebat.

Penulis : Sultan
Editor : Yasyu

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment