Senin, 25 Februari 2019

Wow! Tidak Hanya di Belanda Ternyata di Indonesia Ada Negri Kincir Angin

Bagikan Berita ini:
Ist.
Berita Rakyat, Makassar - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ( PLTB) Tolo 72 Mega Watt (MW) yang berlokasi di Jeneponto , Sulawesi Selatan, kini telah mencapai 96,68 persen. Dengan demikian, PLTB Tolo ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 21 November 2018.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengapresiasi cepatnya perkembangan proyek ini, yang lebih cepat beberapa bulan dari target.

"Saya mengucapkan terima kasih, ini proyek progressnya baik, penyelesaiannya lebih cepat beberapa bulan dari yang sudah ditargetkan dan juga saya sangat berkesan dengan adanya kerja sama dan kontribusi yang baik dengan masyarakat sekitar," ujar Jonan dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/9/2018).

Pembangunan PLTB Tolo sendiri melibatkan 950 pekerja. Dari jumlah tersebut, 97 persen di antaranya adalah Tenaga Kerja Indonesia dan 3 persen lainnya tenaga kerja asing. Pemanfaatan tenaga asing selama masa konstruksi proyek ini hanya 27 orang dan saat ini, dari 250 orang pekerja domestik, 122 orang di antaranya adalah tenaga kerja lokal khususnya dari jawa. Tenaga kerja asing pada saat operasi nanti direncanakan hanya 1 orang.

Di lihat dari sudut teknis, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PLTB Tolo mencapai 42 persen. Nantinya, PLTB Tolo akan memiliki 20 Wind Turbine Generator (WTG) dengan tinggi 133 meter dengan panjang baling-baling 63 meter berkapasitas masing-masing sebesar 3,6 MW, yang beroperasi mengalirkan listrik.

Sudah 10 WTG yang sudah terpasang, dan WTG ke-11 sedang dalam pengerjaan.Arus Listrik yang dihasilkan PLTB Tolo akan disalurkan ke sistem transmisi PLN dengan tegangan 150 kilo volt (kV). Untuk penyaluran tenaga listrik, telah dibangun satu substation baru, yakni Substation Tolo, dan modifikasi pada substation PLN Jeneponto.

Selain itu, dua unit transformator telah dipasang dengan kapasitas masing-masing 45 Volt Ampere (VA). Sementara, estimasi produk listrik adalah 198,6 Giga Watt (GW) per tahun, dengan kecepatan angin 6 meter perdetik (m/s) dan capacity factor 30 persen.

PLTB Tolo juga ditargetkan akan mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 160.600 ton CO2 per tahun.
Sebagai informasi, nilai investasi proyek PLTB Tolo adalah sebesar 160,7 juta dollar AS. Proyek ini telah ground breaking pada 2 Juli 2018. Penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) PLTB Tolo telah dilakukan pada 14 November 2016, dengan harga jual listrik 11,850 sen dollar AS/kWh dan kontrak PPA selama 30 tahun.

Penulis : Ciswadi Muktiono
Editor : Aneu

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment