Pemuda 18 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung, Bunuh Diri? - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 21 Februari 2019

Pemuda 18 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung, Bunuh Diri?

0 Viewers
Ist. 
Berita Rakyat, Kalsel - Bak disambar petir di siang bolong, begitulah perasaan Suhaili warga Komplek Lutfia Tunggal Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Kamis (21/2) malam tadi. Suhaili kaget bercampur sedih saat menemukan putranya Muhammad Aditia (18) dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya.

Saat ditemukan Suhaili, putranya tergeletak di lantai dengan kondisi leher terikat seutas tali jemuran dan sebuah bangku yang diduga digunakan Muhammad Aditia mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis.

"Saat itu sehabis azan magrib saya pulang kerja mau masuk rumah tapi pintu dalam keadaan terkunci. Saya coba panggil anak saya minta dibukakan pintu namun tidak ada jawaban. Kemudian saya masuk lewat jendela yang kebetulan tidak terkunci dan saya langsung kaget melihat anak saya tergeletak dilantai dan di lehernya terikat tali jemuran di samping tubuhnya juga ada bangku,” ceritanya.

Suhaili mengaku nyaris pingsan melihat kondisi anaknya saat itu. Suhaili kemudian langsung meminta pertolongan tetangga dan tidak lama berselang rumahnya dipenuhi warga yang berdatangan.

"Saya langsung memberitahu tetangga kejadian yang menimpa anak saya. Tidak lama, pemilik kontrakan bersama Pak RT dan warga berdatangan membantu saya," ungkapnya.

Suhaili mengungkapkan tidak menyangka dan tidak ada firasat sedikitpun Aditia akan berbuat nekad mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

"Saya sama sekali tidak menyangka ataupun ada firasat kalau Aditia akan nekad bunuh diri. Bahkan sebelum saya tinggal kerja pagi hari, Aditia tidak menunjukkan sikap yang aneh. Sikapnya biasa saja, ceria seperti biasanya dan saat itu minta uang buat beli pulsa," kenangnya.

Diingatnya, Aditia memang memiliki sifat yang pendiam dan tertutup. Jadi, lanjut Suhaili dirinya tidak tahu apa sebab yang membuat Aditia nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

"Aditia orangnya memang pendiam dan tertutup, jarang bicara kalau dia ada masalah jadi saya juga bingung apa penyebab Aditia bunuh diri,” herannya.

Apalagi, tambahnya dirinya hanya tinggal bertiga dengan Aditia dan adik Aditia setelah lama berpisah dari istrinya ibu Aditia hingga membuatnya semakin jarang berkumpul dengan Aditia.

“Siang hari saya kerja, kadang setelah pulang Aditia tidak ada di rumah main sama teman-temannya, jadi saya tidak tau kalau Aditia sedang ada masalah," ungkapnya.

Jenazah Aditia kemudian dievakuasi ke ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zaleha Martapura untuk dilakukan visum. Ibunda Aditia yang datang keruang jenazah langsung menangis histeris melihat kondisi putranya yang sudah tidak bernyawa lagi.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Matanette melalui Kapolsek Martapura IPDA Siswandi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian yang menimpa salah satu warga Desa Sungai Sipai yang diduga bunuh diri.

“Ya benar ada kejadian warga yang meninggal dunia didalam rumahnya. Sementara dugaannya bunuh diri dengan cara gantung diri. dari kejadian tersebut kita lakukan olah TKP dan korban dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Dari hasil awal, di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada pembunuhan, hanya bekas ikatan tali di bagian leher. Di TKP juga ditemukan bangku kecil yang diduga dijadikan untuk gantung diri. kemudian untuk tanda-tanda lain pada korban, saat ditemukan kondisinya lidah tergigit, alat kelamin mengeluarkan sperma yang mengarah pada tanda-tanda bunuh diri. Tim dokter membenarkan seperti itu bahwa tidak ada tanda tindak kekerasan,” bebernya.

Rencanya jenazah korban akan dimakamkan pihak keluarga di pemakaman umum di kawasan Kota Banjarbaru yang lokasinya tidak jauh dari rumah ibu kandung Aditia.


Penulis : Muhammad Apriandi
Editor : Vine Cara

Post Top Ad