Film Minggu Ini : 'Alita Battle Angel' yang Terlalu Cantik untuk Dilewatkan - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 12 Februari 2019

Film Minggu Ini : 'Alita Battle Angel' yang Terlalu Cantik untuk Dilewatkan

0 Viewers
Ilustrasi
Berita Rakyat, Surabaya - Diproduseri oleh dua mantan produser “Titanic” James Cameron dan Jon Landau, film “Alita: Battle Angel” dengan durasi kurang lebih dua jam lebih ini wajib masuk movie list minggu ini. Proyek Alita merupakan adaptasi dari manga berjudul serupa karya Yukito Kishiro. Seseru apa filmnya? Berikut ini reviewnya!

Teknologi canggih dari masa lalu

Film dibuka dengan narasi kehidupan di bumi pada abad ke-26. Saat ini umat manusia dan robot hidup berdampingan setelah keruntuhan kota modern di atas langit tiga abad yang lalu. Salah satu kota yang masih berdiri adalah Zalem, kota mengapung yang selama ini disokong oleh kehidupan di bawahnya.

Doktor Ido (Christoph Waltz) yang sedang mencari rongsokan suku cadang di bawah Zalem ternyata menemukan cyborg perempuan dengan kondisi rusak berat. Ido kemudian membawanya pulang untuk diperbaiki dan memberinya nama Alita (Rosa Salazar).

Beberapa bulan kemudian Alita sadar dari tidurnya. Ido lalu mencari informasi soal asal-usul Alita, namun sayangnya ingatan Alita masih belum sepenuhnya pulih. Gak lama setelahnya Alita berkenalan dengan Hugo (Keean Johnson) seorang cowok yang berprofesi sebagai pengepul suku cadang cyborg, sekaligus kenalan Ido.

Besarnya keingintahuan Alita terhadap Zalem beserta lingkungan sekitarnya perlahan mulai mengembalikan ingatannya. Kemunculan Alita juga menarik perhatian mantan istri Ido, Chiren (Jennifer Connelly) yang bekerjasama dengan Vector (Mahershala Ali) seorang penguasa Motorball, sebuah olahraga ekstrim bagi para robot. Keduanya tertarik memburu Alita karena ingin mengambil teknologi canggih yang terdapat dalam tubuhnya.

Premis sederhana dan visual yang cantik

Meski tidak disutradarai langsung oleh James Cameron, sinematik arahan Robert Rodriguez ini terbilang mulus. 90 persen menggunakan bantuan efek komputer, setiap gambar yang ditampilkan cukup detail dan memanjakan mata. Mulai dari gambaran kota modern, sengitnya pertarungan Motorball, sampai sebegitu naturalnya ekspresi Alita.

Sebagaimana yang dijanjikan oleh Cameron, adegan action film Alita menjadi daya tarik tersendiri. Bukan sekadar film robot ‘dar-der-dor’ macam Terminator, Alita justru lebih mengedepankan adegan tangan kosong yang tidak kalah menegangkan.

Alita seolah menawarkan pesan positif supaya lebih peduli dengan orang lain dan berani melawan ketidak adilan. Sayang premisnya cenderung membosankan dan mudah ditebak. Untungnya penggambaran sosok Alita terlihat lebih manusiawi, walaupun hanya robot. Sama sekali tidak berkesan lebay karena robot satu ini ternyata bisa juga seperti manusia pada umumnya.

Dalam urusan konflik “Alita: Battle Angel” boleh dibilang ‘lempeng’ begitu saja. Tidak ada sesuatu yang wah bagi penonton dewasa karena kemasannya memang diplot untuk penonton remaja. Untuk menikmati visual yang ditawarkan, sangat disarankan untuk menonton film ini juga dalam format 3D-nya. Worth it!


Penulis : Neu
Editor : Viane Cara

Post Top Ad