Kamis, 28 Februari 2019

DiPHK Sepihak, Buruh Wanita di Semarang Temui Gubernur

Bagikan Berita ini:
Mulyanti (kiri) 
Berita Rakyat, Jateng - Malang betul nasib Mulyanti (43) warga Karangkepo Ngondorio Kel Ngondorio Kec Jambu Kab Semarang. Perempuan yang sehari - harinya bekerja sebagai buruh pabrik ini harus menelan pil pahit pekerjaan yang digelutinya hampir delapan tahun sebagai mata pencahariannya hilang Mulyanti mendapatkan PHK sepihak oleh PT Starlight Garmen Semarang tanpa sebab.

Buntu Laporan Ke dinsnaker Kab Semarang tidak berjalan perempuan yang pernah menjabat spv QUC di pabril starlight garmen mengadukan nasibnya ke Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (28/02).

Berbekal alat bukti beserta lembaran - lembaran berkas selama bekerja kemudian dikemas dalam sebuah map warna coklat minta bantuan lantas  ia berkas ke pada staf Gubernur Jateng tersebut.

Di hadapan staf gubernur Mulyanti menceritakan kronologi kekerasan verbal yang dialami selama bekerja. "saya dipanggil Mr xiao selaku manager produksi PT starlight garmen semarang saya dituduh menerima suap dari sawing untuk menurunkan defek (presentase masalah yang ada di seawing red)  bahkan saya meminta yang menuduh saya menerima suap untuk dipanggil adm serta spv sewing dan chef sewing untuk membuktikan omongan nya apa yang dijawab pihak perusahaan tidak usah. Saya berharap bapak Gubernur Jawa tengah mau membantu menyelesaikan permasalahan yang saya hadapi," beber Mulyanti.

Lanjut Mulyanti pihaknya merasa seolah-olah agar ia singkirkan menginggat perempuan tersebut mengetahui seluk beluk dalam perusahan Garmen itu.

"Suasana kerja sudah tidak nyaman lagi. Para TKA asing itu meminta saya keluar dari PT starlight atau mutasi ke QC finisihing," kata dia. 


Penulis : Yuwono
Editor : Aneu

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment