Kamis, 28 Februari 2019

Kejaksaan Diminta Obyektif dalam Penanganan Kasus Perjalanan Dinas Fiktif Anggota DPRD Banjar

Bagikan Berita ini:
Ist.
Berita Rakyat, Martapura – Kasus dugaan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Banjar yang saat ini ditangani penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, belum juga tuntas meski sudah berjalan cukup lama.

Kasus ini pun akhirnya banyak menyedot perhatian yang bukan hanya dari kalangan pegiat media, namun akhir-akhir ini justru menyedot perhatian sejumlah aktivis dengan berulang kali melakukan aksi demontrasi didepan kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan menuntut penuntasan kasus yang menyeret puluhan anggota DPRD Banjar ini di meja hijau.

Pengamat hukum yang juga berprofesi sebagai pengacara, Supiansyah Darham,SE.SH justru mengkritisi aksi-aksi sejumlah aktivis dan LSM yang sangat gencar melakukan aksi demo akhir-akhir ini. 

Menurutnya, melakukan aksi demo boleh-boleh saja tapi jangan sampai aksi tersebut justru mengarah pada intervensi terhadap aparat hukum yang sedang melakukan penanganan kasus. 

“boleh saja kalau ingin melakukan aksi demo, tapi jangan sampai aksi demo tersebut mengarah pada upaya intervensi terhadap penegak hukum. Apalagi terkesan mendorong pihak kejaksaaan untuk melakukan kriminalisasi, menghukum seseorang lebih berat dari kesalahannya” kritiknya.

Foto: Supiansyah Farhan, SE, SH.
lanjut mantan aktivis ini dalam kasus ini, kerugian negara yang ditimbulkan akibat perjalanan dinas anggota DPRD Banjar pada tahun 2016 hingga 2017 sudah dikembalikan masing-masing anggota dewan. 

“masing-masing anggota dewan kan sudah mengembalikan, jadi secara otomatis kerugian negara sudah dipulihkan apalagi kalau dihitung secara satu persatu kerugian negara yang sempat ada itu tidak ada yang besar semuanya dibawah dari Rp50juta, bahkan ada yang nilainya dibawah Rp5juta,” terangnya.

Ditambahkannya, seharusnya memberikan dukungan moral kepada penegak hukum untuk menjalankan tugasnya menuntaskan kasus ini dengan objektif. 

“aktivis seharusnya justru memberikan dukungan moral kepada pihak kejaksaan untuk menjalankan tugas menuntaskan kasus ini secara objektif. Lebih baik para aktivis datang langsung ke Kejaksaan untuk meminta kejelasan dan klarifikasi tindaklanjut penanganan kasus ini daripada melakukan aksi demo jelas ini lebih santun. Daripada melakukan aksi demo, lebih santun kalau para aktivis datang ke Kejaksaan menghadap untuk meminta penjelasan dan klarifikasi terkait tindak lanjut penanganan kasusnya kan lebih santun,” terangnya.

Sementara itu, Supiansyah juga meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar untuk segera menyelesaikan kasus ini. 

“Pihak kejaksaan harus segera menyelesaikan kasus ini, kalau memang ingin dilanjutkan dengan dasar unsur tindak pidana korupsi yang cukup seperti perbuatan melawan hukum dan adanya kerugian negara maka tuntaskan. Tapi kalau kerugian negara sudah tidak ada karena sudah dipulihkan dengan pengembalian dari masing-masing anggota dewan dan unsur tipikor sudah tidak terpenuhi maka segera penyidik memberikan kepastian hukum, karena ini menyangkut nasib seseorang, saat ini adalah tahun politik dan yang sedang terseret kasus adalah para elit politik, jangan sampai kasus ini dijadikan alat untuk mendiskreditkan seseorang apalagi sampai terjadi pembunuhan karakter,” tegasnya.

Iapun menghimbau kepada masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar. 

“masyarakat harus mempercayakan penanganan kasus ini kepada penyidik kejaksaan dan memberikan dukungan moral agar penyidik menjalankan tugas sebaik mungkin serta bersikap objektif," imbuh Supiansyah.

Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, mengaku pihaknya akan bekerja dengan profesional dan tidak akan terpengaruh dengan intervensi dari pihak manapun. “kami akan bekerja dengan profesional dan tidak akan terpengaruh intervensi dari pihak manapun. Dan juga akan se objektif mungkin menangani kasus ini,” tegasnya.

Terkait aksi-aksi dari aktivis yang terus melakukan aksi demo, tim penyidik juga mengaku tidak merasa terganggu dan menganggap itu semua hal biasa. “kita tidak akan terganggu dengan aksi-aksi demo dari para aktivis, justru itu kami jadikan sebagai motivasi untuk bekerja lebih profesional lagi,” tutupnya.

Penulis : Apri
Editor : Aneu

Bagikan Berita ini:


Facebook Comment