'Curhatan' Hendrik, Pria yang Istrinya Diselingkuhi Anggota DPRD Kota Surabaya - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 30 Januari 2019

'Curhatan' Hendrik, Pria yang Istrinya Diselingkuhi Anggota DPRD Kota Surabaya

0 Viewers
FOTO : Hendrik Purnomo
Berita Rakyat, Surabaya -Bila seharusnya legislator sebagai wakil rakyat dapat memberikan contoh dan bertugas sebagai penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah, perbuatan yang dilakukan salah seorang oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, malah terbilang sebagai sebuah tindakan yang tidak patut.

Berteman dekat dengan korban Hendrik Purnomo, Agoeng Prasojo yang merupakan seorang legislator Partai Golkar disebut kerap membawa istri Hendrik ke hotel. Bahkan hubungan terlarang Agoeng dengan istri kerabatnya ini terjalin hingga dua tahun.

"Saat ini istri saya minggat dari rumah setelah 'termakan’ hasut wakil rakyat itu. Saya dapat kabar, istri saya Ayu alias Rahayu dikoskan oleh Agoeng di wilayah Menanggal dan dipekerjakan di Dinas Perhubungan Kota Surabaya," bebernya, Rabu (30/1/2019).

Ini namanya pagar makan tanaman, lanjutnya. Dengan Agoeng, dirinya telah berteman lama. Banyak hal dikerjakan untuk membantu Agoeng termasuk urusan Partai Golkar dan di organisasi Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Surabaya.

Pertemanan itu berlanjut hingga mereka seperti saudara. Bahkan, Hendrik pun kemudian meluluskan permintaan Agoeng yang di suatu kesempatan meminta agar Ayu ikut aktif mengurusi AMPG. 
"Atas ajakannya, Ayu kemudian nyemplung di Golkar, ikut AMPG."

Namun Agoeng kemudian berubah menjadi sosok yang tidak punya perasaan dan mengabaikan harga diri sebagai anggota wakil rakyat. Bagaimana tidak? Lelaki warga sebuah perumahan di Sidoarjo yang juga sudah beristri dan memiliki anak itu dengan seenaknya mengajak Ayu ke berbagai tempat ke luar kota. Termasuk Jakarta, Bali dan lainnya.

"Dikatakan untuk keperluan kunker. Awalnya istri saya selalu menutup-nutupi, bilangnya dia bersama rekannya yang perempuan. Tapi, saya membuktikan sendiri mereka menginap di sebuah hotel saat 'kunker’ ke Jakarta,” kata Hendrik.

Hendrik menegaskan, pemukulan yang dilaporkan Agoeng ke polisi merupakan keterangan palsu. Kasus yang sengaja dibesar-besarkan untuk mengalihkan persoalan selingkuh yang dilakukannya. "Keterangan palsu itu, saya akan tuntut balik. Saya hanya mendorong. Tidak terlalu keras tapi kemudian dia sengaja menjatuhkan diri dan badannya menimpa rak, saat di lorong di gedung DPRD Kota Surabaya," terang dia.

Dikatakan Hendrik, hal ini ia lakukan karena Agoeng tak pernah menggubris dan selalu menghindar untuk ditemui. Komunikasi handphone dan WA selalu diabaikan.

"Saat itu saya mau ke ruangan Pak Armuji. Dia saya WA, kalimatnya saya kasih tahu kalau saya menemui Pak Armuji. Mungkin, dia mengira saya sudah berada di dalam ruangan Pak Armuji, padahal saya masih di lorong menunggu dipersilakan masuk. Nah, tiba-tiba Agoeng melintas berjalan tergesa-gesa mau keluar dari gedung dewan. Kemudian saya teriaki "hei a****g mau ke mana?!" Saya kejar dan saya dorong biar berhenti," ucapnya lagi.

Menghadapi Agoeng, Hendrik mengaku sudah menyiapkan pengacara dan sejumlah langkah hukum lainnya. Termasuk melaporkan Agoeng ke DPP Partai Golkar berbekal bukti-bukti yang ia pegang. Selain bukti menginap di hotel, Hendrik juga menyimpan bukti-bukti percakapan via whatsapp (WA) antara mereka berdua.

Bahkan, anak perempuan pertamanya ikut menjadi saksi mata hubungan terlarang ini. Pelajar sebuah SMU swasta itu mengatakan, dalam sebuah kesempatan saat berkomunikasi dengan ibunya, ia melihat sosok Agoeng.

"Sepertinya di Mall. Saat itu saya komunikasi dengan Video Call (VC), di dekat mama terlihat lelaki itu (Agoeng,red)," kata MSR.


Penulis :Setyawan
Editor : Viane Cara

Post Top Ad