Polisi Malang Ini, Katakan Wartawan Seperti 'TAI' - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 31 Agustus 2017

Polisi Malang Ini, Katakan Wartawan Seperti 'TAI'

0 Viewers
Foto: Oknum Bripka Hery W. Yang Diduga Mencela Profesi Wartawan.
Berita Rakyat Malang - Lagi-lagi korban kuli tinta dapat hinaan dan cela'an dari oknum polisi Malang. Hanya gara-gara konfirmasi terkait barang bukti seorang  jurnalis yang bertugas mengemban amanat UU Pers tentang keterbukaan publik malah jadi cacian oknum polisi.

Seperti yang dikutip dari beberapa media online. Berawal pada bulan sebelum puasa tahun 2015 selepas maghrib di kecamatan Tumpang menuju Madyopuro di desa Slamet diduga telah terjadi perampasan sepeda motor Honda Astrea Prima Nopol DK 5190 AP milik atas nama I Ketut Marjana dengan alamat jl Nagka No. 26 Denpasar Bali, oleh oknum Polantas Tumpang yang bernama Bripka Hery yang ditemani oleh Banpol dan korban tanpa dikasih surat tilang. 

"Sepeda motor langsung di bawa ke Pos kemudian saya pulang dengan jalan kaki karena kondisinya tidak punya uang sama sekali dan rencananya nanti ada uang akan di ambil sepeda motornya keposlantas tersebut," ujar korban kepada wartawan.

Berjalan hingga 3 bulan lamanya korban datang kembali untuk menanyakan kendaraan miliknya ke Poslantas Tumpang dan ternyata oknum polantas tersebut yang bernama Bripka Hery W. telah pindah ke Poslantas Karanglo. Tidak sampai disitu, korban terus mencari ke Poslantas Karanglo dengan membawa BPKB sama STNK yang di milikinya.

Karena berkali kali niat untuk berharap motor miliknya kembali, hingga tidak membuahkan hasil. Kemudian korban mengeluh kepada wartawan atas kejadian yang di alaminya. Tidak menunggu lama sang wartawan mencoba membantu korban untuk mendapat kan kendaraan miliknya kembali, untuk mendatangi oknum polantas tersebut.

Dalam pertemuan pertama dengan oknum polisi tersebut. Bukti BPKB beserta STNK diserahkan karena pada waktu itu diminta dan oknum berjanji mau mencarikannya, namun nyata nya tidak kunjung ditepati. Ditunggu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan bahkan tahunan  tidak kunjung ada kabar sama sekali dari oknum Polantas tersebut.

"Karena tidak dijawab dan direspon, kemudian Pos lantas di datangi oleh rekan wartawan dengan maksud menemui petugas yang saat itu menangani dengan niat konfirmasi, bukan jawaban yang diterima tapi malah marahan dan caci maki," ungkap wartawan yang merasa jadi korban pelecehan (31/08).

Masih menurutnya,  terakhir pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017 sekitas jam 13.00 siang, korban bersama wartawan online RepublikNews datang kembali dan berniat mengambil BPKB dan STNK. Tapi si oknum POLANTAS tersebut malah mencaci maki, ”wartawan atau media kok ngurusi BB, mulut kamu seperti ular dan kamu seperti tai," katanya.

Lebih ironisnya lagi oknum tersebut juga bilang tidak takut bila dilaporkan pada atasannya sambil terus mengusir wartawan.  Dari kejadian ini muncul sebuah pertanyaan BPKB dan STNK di minta pemiliknya kok tidak diberikan ?? Hingga kuat dugaan motor tersebut sudah terjual seperti sebelumnya yang pernah oknum menyatakan juga kalau motor sudah ditukarkan dengan rokok (tim/at).

9 komentar:

andri waskitho mengatakan...

Cek kebenaran beritanya blm tentu beritanya benar

Unknown mengatakan...

Kalaupun berita ini benar pasti ada sebabnya sehingga membuat polisinya marah

mcc mengatakan...

Ini Menceritakan tentang pengantin baru yang berduaan di kamar. Pada tengah malam pertama itu, tiba-tiba

Istri: (Mengerang) “Aduh, sakitnya bang! Bagaimana nih kisah malam pertama bang.?”

Suami: (Menenangkan) “Jangan nangis Sayang, nanti emak ayah dengar mereka mungkin belum tidur lagi tu.”

Kebetulan kamar mertua hanya bersebelahan kamar tidur pengantin.

Isteri: (Teresak esak mengerang) “Sakitnya Bang.”

Tapi kerana tidak dapat menahan sakit, isterinya tambah kuat mengerang.

suami: (Kuat sedikit suaranya) “Sabar Sayang! Tahan saja, besok baru cabut.”

Sejak dari tadi si mertua lelaki masih belum tidur. Dia memang terdengar anak perempuannya mengerang, tapi dia tidak peduli, biasalah malam pengantin fikirnya. Tapi kali ini dia sudah hilang sabar, karena anak perempuanya terus menerus mengerang kesakitan. Dia bangun, pergi ke kamar pengantin

Mertua: (Menendang pintu kamar pengantin dan berteriak) “Ada apa ini? Tak faham aku? Anak aku bisa mati kalau besok baru kau cabut! CABUT SEKARANG JUGA!”

(Terkejut besarlah kedua pengantin itu).

Pengantin Perempuan: (Sambil tersipu-sipu) “Abah, sakit gigi takan mati, lagipun mana ada klinik Gigi yang buka 24 jam?”

Anonim mengatakan...

Bu Nunung lagi memperkenalkan baby sitter nya yang baru kepada anaknya si Gareng berusia 4 tahun.

Bu Nunung: “Gareng, ini baby sitter kamu yang baru!”

Gareng: “kok ganti lagi sih bu?”

Bu Nunung: “Iya, baby sitter yang kemarin kurang rajin, ayo cium!”

Gareng: “Gak mau ah!”

Bu Nunung: “Kenapa?”

Gareng: “Tadi pagi ayah menciumnya langsung di tampar!”

Bu Nunung: “Apaaa??”

Dea Trondolo mengatakan...

Saya orangnya baik, ceria, langsing status jomblo tulen.

Unknown mengatakan...

Disampaikan kepada netizen dan sahabat jurnalis.
Peristiwa yg terjadi sebenarnya sbb :

1. Sekitar awal thn 2015 sdr SUBAI alamat Wajak Kab Malang merasa dihentikan kendaraannya di desa Slamet kec Tumpang jenis kendaraan supra nopol DK ...
2. Selanjutnya spm tsbt di bawa ke pos lantas Tumpang dan mengaku bernama Heri dan tdk di beri tilang.
3. Krn srt srt BPKB dan STNK berada di Bali ybs lama tdk mengurus selanjutnya sekitar 1 thn yg lalu mengurusnya tdk ketemu dgn sdr Bripka Heri.
4. 6 bln kemudian bripka herri pindah di pos Karangloh dan di datangi korban SUBAI satu tahun yg lalu, menanyakan ttg spm tsbt. Dan Bripka Herri merasa tdk menilang dan berjanji mencari di pos Tumpang namun kendaraan tdk ada.
5. Selanjutnya korban SUBAI menemui salah satu rekan jurnalis bernama WIWIN ybs bilang sanggup membantu dan merasa kenal dgn Bripka Heri sering bertemu di Pos Tumpang dan pos Karang loh.
6. Datang sdri Wiwin, bersama rekan pers dan sdr SUBAIN mengurus spm dgn sdri wiwin memberikan BPKB dan STNK kpd sdr Heri utk mencari BB nya.
7. Namun tak kunjung ketemu dan merasa kendaraan hilang mendatangi lagi ke Pos karangloh sdri wiwin dan Iwan jurnalis terjadi silang pendapat dan cekcok. Selanjutnya sdri wiwin merasa di rugikan melaporkan ke Propam Polda.
8. Saat ini perkara tsbt di tangani propam Polda.
9. Upaya dr Polres Malang telah melakukan klarifikasi atas perkara tsbt kpd Bripka Heri dan Subai.
10. Upaya utk mediasi dipertemukan antara subai dgn Bripka Heri ybs tdk berkenan krn sdh di kuasakan kpd sdr Wiwin.
11. Selanjutnya bripka Heri, di dampingi propam, knt intel Wajak dan Kades Wajak ybs tdk mau mediasi dan di kuasakan urusan tsbt kpd sdri Wiwin.
12. Harapan dr pelapor atas perkara tsbt sdr heri utk mengganti rugi setiap harinya Rp 100 ribu selama 2 thn sktr Rp 63 juta.
13. Atas upaya yg dilakukan utk mediasi dgn korban sdr Bripka Heri sdh pasrah krn korban SUBAI tdk mau dan sdh melaporkan ke propam Polda.

Mari berikan waktu propam utk menuntaskan perkara tsbt yg di tangani propam Polda.

Ttd Kasi Propam Polres Malang

Anonim mengatakan...

Kronologi kejadian dan upaya dr Propam Polres Malang kepada sdr. Bripka Heri.

Peristiwa yg terjadi sebenarnya sbb :

1. Sekitar awal thn 2015 sdr SUBAI alamat Wajak Kab Malang merasa dihentikan kendaraannya di desa Slamet kec Tumpang jenis kendaraan supra nopol DK ...

2. Selanjutnya spm tsbt di bawa ke pos lantas Tumpang dan mengaku bernama Heri dan tdk di beri tilang.

3. Krn srt srt BPKB dan STNK berada di Bali ybs lama tdk mengurus selanjutnya sekitar 1 thn yg lalu mengurusnya tdk ketemu dgn sdr Bripka Heri.

4. 6 bln kemudian bripka herri pindah di pos Karangloh dan di datangi korban SUBAI satu tahun yg lalu, menanyakan ttg spm tsbt. Dan Bripka Herri merasa tdk menilang dan berjanji mencari di pos Tumpang namun kendaraan tdk ada.

5. Selanjutnya korban SUBAI menemui salah satu rekan jurnalis bernama WIWIN ybs bilang sanggup membantu dan merasa kenal dgn Bripka Heri sering bertemu di Pos Tumpang dan pos Karang Lo.

6. Datang sdri Wiwin, bersama rekan pers dan sdr SUBAI mengurus spm dgn sdri wiwin memberikan BPKB dan STNK kpd sdr Heri utk mencari BB nya.

7. Namun tak kunjung ketemu dan merasa kendaraan hilang mendatangi lagi ke Pos karangloh sdri wiwin dan Iwan jurnalis terjadi silang pendapat dan cekcok. Selanjutnya sdri wiwin merasa di rugikan melaporkan ke Propam Polda Jatim.

8. Saat ini perkara tsbt di tangani propam Polda Jatim.

9. Upaya dr Polres Malang telah melakukan klarifikasi atas perkara tsbt kpd Bripka Heri dan Subai.

10. Upaya utk mediasi dipertemukan antara subai dgn Bripka Heri ybs tdk berkenan krn sdh di kuasakan kpd sdr Wiwin.

11. Selanjutnya bripka Heri, di dampingi propam, knt intel Wajak dan Kades Wajak ybs sdr SUBAI tdk mau mediasi dan di kuasakan urusan tsbt kpd sdri Wiwin.

12. Harapan dr pelapor atas perkara tsbt sdr heri utk mengganti rugi setiap harinya Rp 100 ribu selama 2 thn sktr Rp 63 juta. Pelapor di Polda adalah sdri wiwin ttg menghilangkan barang bukti.

13. Atas upaya yg dilakukan utk mediasi dgn korban sdr Bripka Heri sdh pasrah krn korban SUBAI tdk mau dan sdh melaporkan ke propam Polda.

# Mari berikan waktu kepada propam polri utk menuntaskan perkara tsbt yg di tangani propam Polda Jatim.

Ttd Kasi Propam Polres Malang

Anonim mengatakan...

Seprtinya sumber berita hanya sepihak

Unknown mengatakan...

semua itu percayakan ke propam
polda jatim akan bekerja profesional

Post Top Ad