Dianiaya, Lapor Polisi. Tapi "Dicuekin" - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 10 Agustus 2017

Dianiaya, Lapor Polisi. Tapi "Dicuekin"

0 Viewers
Jadi Korban Kekerasan, Lapor Polisi. Wanita Ini Wadul Kepada Wartawan.
Foto: Korban KDRT Erna (30) Warga Jl. Kawi Mojoroto 
Berita Rakyat Kediri - Sungguh prihatin masih ada aparat penegak hukum yang diduga ada main dengan pihak terlapor, hingga pelapor atau korban tidak mendapat pelayanan dan keadilan yang dialaminya. Hal ini membuat pelapor mengeluh dan mempertanyakan kinerja Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polres Kediri kepada wartawan, Selasa (08/08).

Erna 30th, warga kota Kediri. Ibu satu anak ini, bercerita telah menjadi korban penganiya'an suaminya sendiri yang bernama Kridha Pristiawan. Setelah menjadi korban keberutalan suaminya hingga mengalami luka-luka dan lebam disekitaran wajahnya, Erna melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setempat. Namun disaat melaporkan kejadian yang dialami dirinya oleh pihak SPKT Polres Kediri, Pelapor Erna tidak mendapat Surat tanda laporan polisi, meskipun sudah divisum melalui rumah sakit dan terkesan "Dicuekin".

"Saya melaporkan Kridha kepolisi, karena sudah menganiaya hingga membuat saya luka-luka. Namun setelah melaporkan pada hari, Kamis (20/08). Aneh  !! saya  melaporkan kejadian ini, pihak kepolisian tidak memberi Surat Tanda Laporan Polisi atau LP," keluh Erna atas pelayanan kepolisian Polres Kediri kepada beritarakyat.co.id (08/08).

Tidak puas sampai di situ, Erna pada, (28/08) mendatangi kembali dan mempertanyakan proses atas kasus yang dilaporkanya. Lanjut Erna, ia juga meminta Surat Tanda Laporan Polisi (LP) kepada pihak kepolisian. Namun pihak kepolisian tetap tidak memberi  LP dengan alasan kasus masih diproses dan belum bisa membuatkan LP untuk pelapor. Akunya Erna.

"Lantas saya harus bagaimana!! saya jadi korban penganiaya'an, itupun tidak sekali saja? bahkan, saya jadi korban penganiayaan suami saya, sudah 6 kali. Dulu juga pernah berurusan dengan polisi namun tidak berkelanjutan," ujar Erna dengan geram (08/08).

Foto: Bukti Luka Diwajah Erna
Sebelumnya kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Ridwan Sahara saat dikonfirmasi wartawan. Menjelaskan, kalau kasus tersebut kini telah di proses. Bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan terhadap pelaku.

“Sudah saya tanda tangani surat pemanggilanya,” ungkap kasat kepada wartawan.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Kediri, Ipda Neni mengaku kalau kasus terkait kekerasan dalam rumah tangga memang memerlukan beberapa tahap dalam penangananya. Diantaranya memerlukan bukti-bukti, baik hasil visum maupun saksi-saksi.

Dalam kasus Erna sangat menarik, hingga muncul pertanya'an ! apakah pihak kepolisian dalam melayani masyarakat yang menjadi korban kekerasan dan korban tindak pidana jika melaporkan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pihaknya tidak pernah memberi bukti Surat Tanda Laporan Polisi (LP) kepada pihak pelapor (zam/ed).

Tidak ada komentar:

Post Top Ad