Terkendala Anggaran, Tumpukan Sampah Wilayah Gedangan Sebabkan Banjir dan Bau Tak sedap - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 21 Juli 2017

Terkendala Anggaran, Tumpukan Sampah Wilayah Gedangan Sebabkan Banjir dan Bau Tak sedap

0 Viewers
Caption foto : Tumpukan Sampah depan kantor kecamatan Gedangan dibersihkan Dinas PU PR,nampak Kepala Dinas Ir.Sigit Setyawan dan Kabid Pemeliharaan Ir.Agus Hidayat.
Berita Rakyat Sidoarjo -  Sebanyak 800 rumah warga kerap kali keluhkan bau sampah dan luberan air sungai yang masuk ke perkampungan dan rumah warga.Kebanyakan mengeluhkan keberadaan sampah di dalam sungai Gedangan karena mengeluarkan bau yang kurang sedap dan menyengat,khususnya yang berada di depan kantor Kecamatan gedangan Sidoarjo persis dijembatan jalan penghubung kantor Kecamatan, Rabu (19/7).

Ir.Sigit Setyawan kepada Beritarakyat.co.id pada, Rabu (19/7) mengatakan,’’Gedangan termasuk saluran kanal empat secara rutin sering terjadi tumpukan sampah terhambatnya saluran. Sementara dinas PU tidak sekedar hanya mengambil sampah dan membuang. Kedepan kami akan mengubah image ini bahwa dinas PU tidak sekedar mengambil sampah. Salah satu agar masyarakat tidak membuang sampah disungai. Faktor penyebanya kesadaran masyarakat kurang dalam membuang sampah." Terangnya.

Menurutnya, sebetulnya mangetan kanal secara berkala kami lakukan pengambilan sampah cuma sementara ini 2017 kita belum bisa menurunkan alat berat karena kendala anggaran. Setelah perubahan APBD kami akan turunkan alat berat, tapi selain melakukan pembersihan kami akan melakukan sebuah program yang nanti akan mengajak partisipasi masyarakat dengan tema "Sidoarjo Peduli Sungai'’ kami ajak agar masyarakat ikut memiliki sungai.

"Kami berharap hal utama tidak membuang sampah disungai,tidak membuat jembatan setiap rumah satu jembatan itu hal yang pokok.Jembatan faktor yang menghabat kami melakukan normalisasi sampah dan mengakibatkan air meluber keatas dan permukiman warga,"pungkas Sigit .

Sementara itu, warga melalui Suwadi Alimin ini karena pendangkalan sungai karena warna airnya yang keruh, dan sampah ini kiriman dari atas, dari Sukodono, Krian dan lainnya. Warga kami mengeluhkan bau busuk menyengat, air meluber (banjir) ke  rumah warga kami. Khususnya diwilayah RW 1 ada 8 RT dan RW 2 ada 7 RT, KK dua Rw 800 Kepala Keluarga.

"Kalau warga untuk masalah sampah, sudah saya koordinir agar tidak ada yang membuang sampah kesungai karena sudah ada TPST. Dan berharap agar dinas terkait mencari solusi agar air tidak meluber ke rumah warga yang menyebabkan banjir dan bau sangat menyengat," ujar Suwadi Alimin Kasi Kesra) Keboan Sikep Kecamatan Gedangan kepada wartawan.

Sekcam Gedangan yang akrab disapa Paksek Aziz, ’’Yang kami tahu karena penyebabya penumpukan sampah disekitar jembatan, kadang-kadang tidak segera disikapi, kalau kami melakukan kerja bakti mandiri nampaknya tenaga bukan orang-orang professional. Kami sudah terkonsep tanggal 30 Juli akan serentak kerja bakti masal 6 desa sepanjang 8 KM mulai, Ganting, Keboan Sikep, Keboan Anom, Ketajen , Gedangan, Wedi," kata Aziz.

Ditambahkan Aziz, berharap kesadaran masyarakat tidak membuang sampah disungai benar-benar tidak melakukan itu,karena dibutuhkan kesadaran ujar sekcam karena sudah akan diterapkan dan merupakan wacana terkait denda dan polisi sungai, (ltf).

Tidak ada komentar:

Post Top Ad