Tak Kantongi Ijin Surabaya Gramar School Ditolak Warga Wisata Bukit Mas - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 20 Juli 2017

Tak Kantongi Ijin Surabaya Gramar School Ditolak Warga Wisata Bukit Mas

0 Viewers

Foto: Sejumlah Warga Wisata Bukit Mas Surabaya Geram Adanya Surabaya Gramar School Di Lingkungan nya.
Berita Rakyat Surabaya - Kemelut kasus yang di anggap menggangu warga perumahan Wisata Bukit Mas Surabaya semakin memanas dan tidak kunjung selesai dengan pihak Pemilik tempat pendidikan Surabaya Grammar School (SGS). Tadi pagi pukul 10.00 Wib. Tampak berbeda di kantor Kelurahan Lidah Wetan,(20/7/2017). Sejumlah Puluhan warga mendatangi kantor kelurahan tersebut.  Kedatangan puluhan warga RW 6 dan RW 7 Lembah Harapan dan Wisata Bukit Mas, Kelurahan Lidah Wetan ini bukan untuk melakukan pengurususan surat menyurat akan tetapi menolak rencana pembangunan gedung yang ketiga oleh Surabaya Grammar School  (SGS) di wilayahnya. 

Pasalnya, Sekolah yang dibangun sejak tahun 2009 silam di Jalan Wisata Bukit Mas II, G2-7 Surabaya ini, tidak memiliki izin membangun dari pihak pemerintah kota Surabaya ataupun warga sekitar. Selain itu, menurut warga, keberadaan sekolah elit tersebut, sangat menganggu arus lalu lintas ataupun polusi udara. 

“Sekarang sudah banyak mobil yang mengantarkan siswanya kesitu, ini semua bikin macet, kadang kebut-kebutan,” tutur Yosep, selaku ketua RT 02 RW 07, di Kelurahan Lidah Wetan.

"Selain itu, ini bikin akses jalan diwilayah Perumahan Lembah Harapan macet akibat antar jemput yang keluar masuk. Biasanya jam 07.00 pagi bisa jalan-jalan menikmati udara segar, kalau sekarang sudah tidak bisa lagi," tambah Yosep yang juga di teriakin warga lainnya untuk keberdaan SGS.

Ketua Yayasan SGS memilih enggan berkomentar dan melempar jawaban kepada kuasa hukumnya, melalui Mursid Mudiantoro, kuasa hukum SGS mengatakan kepada beritarakyat.co.id jika pihak SGS akan membatalkan pembangunan gedung ketiga yang rencananya akan dibuat SMP dan SMA diwilayah tersebut. 

Selain itu, dirinya masih menampung usulan-usulan warga yang mendapatkan dampak langsung sejak sekolah elit tersebut di bangun. “Kami akan batalkan pembangunan gedung ketiga kami, dan akan menemukan solusi dari permasalahan yang dikeluhkan warga. Karena semua masalah pasti ada solusinya,” jelasnya singkat Mursid kepada media ini (At).

Tidak ada komentar:

Post Top Ad