Rugikan Negara Rp 15 Triliun, Gudang Beras Oplosan Bersubsidi Digerebek Mabes Polri - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 21 Juli 2017

Rugikan Negara Rp 15 Triliun, Gudang Beras Oplosan Bersubsidi Digerebek Mabes Polri

0 Viewers
Foto: Kapolri Jendral Tito Karnavian di Dampingi Para Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Seluruh Anggota Satgas Pangan Mabes Polri.
Berita Rakyat Jakarta - Gebrakan institusi Kepolisian Republik Indonesia patut di apresiasi. Dalam jumlah besar dan tidak tanggung-tanggung Gudang beras oplosan digerebek langsung oleh Kapolri. Melalui Satgas Pangan Mabes Polri telah menggerebek gudang beras milik PT Indo Beras Unggul di Jalan Rengasbandung KM 60, Kelurahan Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Bersama Mabes Polri pada , Kamis (20/07). Sekitar pukul 21.00 WIB. Kementerian Pertanian (Kementan), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali mengungkap peredaran beras premium oplosan. Penggerebekkan beras oplos tersebut dipimpin langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Ketua Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto, dan Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih.

Foto: Sejumlah Beras Yang Diduga Dioplos Siap Jual
Amran Sulaiman menyampaikan kepada wartawan bahwa Satgas Pangan berhasil mengamankan beras sebanyak 1.162 ton yang disimpan dalam gudang PT Indo Beras Unggul. Beras jenis IR 64 yang sebagian telah dikemas ulang menggunakan kemasan beras premium, sehingga dapat dijual hingga tiga kali lipat dibanding harga beras jenis IR 64.

"Beras yang ditemukan adalah jenis IR 64 yang disubsidi pemerintah, dengan harga Rp 6.000 per kilogram hingga Rp 7.000 per kilogram. Rencananya akan dijadikan beras premium dengan harga jual tiga kali lipat lebih mahal menjadi Rp 20.400 per kilogram atau ada selisih Rp14 ribu," ungkapnya kepada wartawan di saat pasca-penggerebekan gudang tersebut.

Pengungkapan kasus beras oplosan ini merupakan pengungkapan kasus terbesar yang berhasil dibongkar pihaknya, dilihat dari kuantitas beras yang ditimbun dengan kerugian pemerintah diperkirakan lebih dari Rp 15 triliun. Namun sampai detik ini pihak kepolisian belum memberi penjelasan kepada wartawan yang saat itu berada di lokasi penggerebekan (Uck).

Tidak ada komentar:

Post Top Ad