Didapati Sertifikat Warga Palsu, Ahli Waris Tambak Wedi Dirikan Posko Pengaduan - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 12 Juni 2017

Didapati Sertifikat Warga Palsu, Ahli Waris Tambak Wedi Dirikan Posko Pengaduan

0 Viewers

Foto: Lokasi Tambak Wedi Yang Didirikan Posko Pengaduan oleh Pihak Ahli Waris H. Badrul Munir.

Berita Rakyat Surabaya - Tidak menyurutkan niat untuk mendapat hak waris dari sejumlah tanah peninggalan almarhum H.Badrul Munir meskipun melawan birokrasi pemerintah kota Surabaya. Pada Senin, (12/06) malam sejumlah dari pihak ahli waris mendirikan sebuah tenda diatas tanah yang sedang di sengketakan dari pihak ahli waris dan pemkot Surabaya. Posko Pengaduan Warga Tambak Wedi Surubaya bagi yang merasa memiliki surat-surat berupa petok yang dianggap aspal (asli tapi palsu).

Uzair Zam Zami menuturkan kepada berita rakyat saat berdirinya tenda dan pemasangan bener dilaksanakan. Tujuan di dirikan tenda / posko Pengaduan Warga Tambak Wedi adalah agar masyarakat mendapat wawasan dan tidak mudah di permainkan oleh mafia-mafia tanah  yang berkedok seragam pemerintahan, yang pastinya dapat merugikan warga yang merasa sudah membeli tanah tersebut.


"Tenda atau Posko Pengaduan ini bertujuan untuk warga Tambak Wedi Surabaya, bilamana dari warga belum yakin keabsahan surat-surat tanahnya asli atau tidak. Bisa datang langung ke posko," ujar Zam Zami yang ditunjuk sebagai juru bicara ahli waris (12/06).

Ditambahkan Zam Zami, dari kemelut masalah ini. Kami menemukan fakta bahwa warga mayoritas hanya memiliki surat petok D, bahkan ada juga dari satu bidang tanah ada dua surat petok dan artinya satu bidang tanah pemilik nya ada dua orang.

"Ini kan lucu, kasihan warganya yang menjadi korban!!, "pungaksnya.

Sementara itu dari temuan- temuan dilapangan ada juga penduduk sudah memegang sertifikat kepada pemiliknya  dan dilakukan pengecekan nomer daftar sertifikat ke BPN Subaya ternyata tidak terdaftar

"Dari temuan team kita dilapangan juga ada yang sertifikat namun setelah kita minta foto copy sertifikatnya dan kita melakukan pengecekan nomer sertifikat tersebut, alhasil sertifikat tersebut tidak terdaftar di BPN Surabaya."Terang wartawan senior ini (At).





Tidak ada komentar:

Post Top Ad