Bekas Lurah Tambak Wedi & Rekan-rekan, Dilaporkan Kepolda Jatim - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 09 Juni 2017

Bekas Lurah Tambak Wedi & Rekan-rekan, Dilaporkan Kepolda Jatim

0 Viewers

Foto: Ahli Waris H.Saifu Eko Joko Wiyono bersama Putranya dan H.Munawar yang Didampingi Juru Bicara Uzair Zam Zami Wartawan Senior.

Berita Rakyat Surabaya - Babak baru keterlibatan adanya kasus sengketa lahan tambak wedi semakin menambah daftar para pelaku yang bakal jadi calon tersangka di Kepolisian Republik Indonesia. Pada Juma'at (09/06). Ahli waris tanah tambak wedi yang merasa memiliki peninggalan berupa sejumlah tanah sekitar 3 hektar dari  H.Badrul Munir (almr) kini anak pertamanya H. Sayfu Eko Djoko Wiyono 57th sekitar pukul 11.00 wib mendatangi SPKT Polda Jatim, ahli waris yang didampingi kuasa nya H.Munawar dan juru bicara Uzair Zam Zami yang merupakan wartawan senior mendatangi SPKT Polda Jatim karena surat pernyataan peralihan sebagai ganti milik ahli waris penunjukan aset yang dimiliki oleh Pemkot itu tidak benar dan memberi keterangan palsu.

Saifu Eko Djoko Wijono Selaku Ahli waris tanah tersebut kepada wartawan, jum'at (9/6/2017), menduga surat pernyataan aset yang dimiliki oleh ahli waris diwilayah Tambak Wedi Gg.12 dan sekitarnya tersebut palsu. Pasalnya di surat pernyataan  dibubuhi tanda tangan oleh H.Muhajir M.H.D di duga menipu dan memberi keterangan palsu ahli waris. Saifu Eko juga mempersoalkan pemukiman yang berada di atas tanah ahli waris tersebut. 

“Saya tidak pernah menghibahkan tanah ini untuk dijadikan pemukiman dan kami juga tidak pernah menjual tanah itu,"tutur Anak pertama H. Badrul Munir (almr.)



Karena itu kami punya hak sepenuhnya untuk menutup dan membongkar bangli tanah tersebut karena itu sepenuhnya hak kami sepeninggalan orang tua kami H. Badrul Munir (almr.)" pungkas Saifu Eko Djoko Wijono.

Ditambahkan Sayfu Eko, Maka dari itu. Kami selaku ahli waris almarhum H. Badrul Munir, melaporkan permasalahan ini kepada pihak kepolisian atas adanya surat pernyataan yang diduga palsu yang dibuat oleh H. Muhajir MHD beserta kroninya. H. Muhadjir mantan lurah yang sudah menjual dan mengkapling tanah tersebut merupakan mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya dahulu.

Ironis perjalanan para mafia tanah Tambak Wedi meskipun mantan lurah Muhajir sudah tidak menjabat sebagai lurah Tambak Wedi Surabaya lagi, namun perjalanan dan jual beli tanah masih ilegal itu diterus kan oleh kroni- kroni yang dilakukan secara berjama'ah hingga merugikan ahli waris dan pembeli rumah atau bangun di atas tanah ahli waris H.Badrul Munir (almr.)

Berdasarkan Laporan Polisi Nomer: Lp/718/VI/2017/UM/SPKT POLDA JATIM, Jum'at 9 juni 2017.. Ahli waris melaporkan H.Muhadjir HMD selaku mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya. Tentang tindak pidana penipuan dan atau membuat dan mengunakan surat palsu yakni pasal 378 dan 263 KUHP (At).

Tidak ada komentar:

Post Top Ad