Bapak ini Terkejut, Saat Tanahnya Ditambak Wedi Di Kapling Faridha - BERITA RAKYAT INDONESIA

Breaking News

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 12 Juni 2017

Bapak ini Terkejut, Saat Tanahnya Ditambak Wedi Di Kapling Faridha

0 Viewers

Foto: Bapak Rabi (korban) Penipuan Jual Beli Tanah.

Berita Rakyat Surabaya - Kasus jual beli Tanah dipersil 30 Lokasi Tambak Wedi, telah terbukti dengan adanya laporan warga kepada ahli waris. Dugaan adanya surat petok D di Persil 30 yang dijual oleh oknum Staff kelurahan Tambak Wedi Surabaya, yang dilakukan oleh Oknum dan ditangani oleh Hj.Farida (staf Kelurahan Tambak Wedi, red). Hal tersebut diceritakan korban bernama Rabi 43th mengaku sebagai korban penipuan saat membeli tanah di atas persil 30,membeli kepada saudara Zainuddin.

Dijelaskan Rabi sebagai pelimpahan menjual kedua kalinya kepada pemilik awal yang telah dibalik nama, dan dijual kembali kepada Rabi. Pada Senin, (12/6/17).
Tanah yang dibeli dari Zainuddin dipersil 30 jalan Tambak Wedi, memiliki ukuran 8×14 m2, dengan harga pembelian menurut pengakuan Rabi kepada berita rakyat.

”Saya membeli dengan harga 128 juta mas, dengan pembayaran sampai tujuh kali pembayaran, yang diawal dibayar DP senilai Rp. 20 juta. Tapi saat saya mau mengetahui keabsahan keberadaan tanah saya di persil 30, justru pihak kelurahan dalam hal ini Lurah Dodik Syamsudin, justru dodik mengarahkan kepada stafnya yang diketahui adalah Hj.Farida, namun Farida justru tidak dapat ditemui sampai sekarang ini.” Ujar Rabi dihadapan wartawan.

Masih menurut Rabi, seorang pembeli yang merasa ditipu oleh pihak kelurahan. ” Baru- baru ini saya tiba lagi menemui Lurah Tambak Wedi, namun tetap saja pihak Lurah mengarahkan kepada Hj.Farida sebagai yang mengetahui seluk beluk persil tanah yang dimaksud. Saya hanya selalu diseruh sabar dan sabar, tanpa bisa memiliki tanah saya yang telah dibeli dari Zainuddin pemilik tanah pertama.

Sementara itu,  dilapangan saya menemukan diatas tanah persil 30 justru terdapat patok-patok berwarna merah berbentuk kapling- kapling, saat saya tanyakan dilokasi kepada warga sekitar, yang mematok pembatas tanah kapling tersebut adalah Hj.Farida.” jelas Rabi seorang pembeli tanah bodong atau rekayasa oknum Kelurahan Tambak Wedi Surabaya.

Diketahui, Setelah kasus gonjang ganjing beberapa bulan ini, atas pencaplokan tanah diatas milik ahli waris Alm.Badrul Munir oleh oknum pihak Kelurahan, satu persatu pemilik tanah yang menempati tanah yang diklem milik Pemkot Surabaya. Saat ini sudah merasa resah, terbukti satu persatu warga yang terdampak dugaan penipuan pembelian tanah kapling, yang ternyata tidak dapat dibuktikan kepemilikan tanah yang sah, walaupun warga terdampak memiliki Petok D peralihan yang ditanda tangani oleh Lurah Tambak Wedi dan terdapat pula tanda tangan Hj. Farida di persil petok D yang terdapat saat ini.

Setelah ahli waris melakukan pengamanan aset tanah miliknya, justru saat ini ahli waris telah pula melaporkan pula Mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya Mudhajir dengan kroni-kroninya ke Polda Jatim. Dengan penipuan dan pemalsuan surat yang dikeluarkan pihak Kelurahan yang pada saat Mudhajir menjabat sebagai Lurah di wilayah Tambak Wedi Surabaya pada saat itu.

Akhir penjelasannya, Rabi sebagai korban penipuan atas pembelian tanah miliknya yang abu-abu sampai saat ini belum jelas hasilnya. Karena cuci tangannya Dodik Syamsudin dan stafnya Hj.Farida, untuk menjelaskan peralihan tanah miliknya hingga keluarnya bukti surat Petok D. Namun belum mendapatkan penjelasan sampai sekarang yang dibelinya sejak tahun 2016 lalu. Korban penipuan surat petok D Persil 30, Rabi rencananya akan melaporkan kasus penipuan ini ke Polda Jatim dalam waktu dekat (At).

Tidak ada komentar:

Post Top Ad