Pilihan Redaksi

Kamis, 27 Februari 2020

Sempat Dinyatakan Hilang, Polrestabes Surabaya Besok Akan Merilis Orang Tua Siswi SMA Sidoarjo

Sempat Dinyatakan Hilang, Polrestabes Surabaya Besok Akan Merilis Orang Tua Siswi SMA Sidoarjo

Foto: Kondisi terbaru Nasrudin 53th saat di mapolrestabes Surabaya.Doc./BR
Rakyat, Surabaya -  Setelah menunggu 14 hari NS siswi salah satu SMA Negeri Sidoarjo mencari keberadaan orang tuanya Nasrudin (53) melalui berita dimedia terjawab sudah. 

Unit Pidana Ekonomi (PIDEK) Polrestabes Surabaya membenarkan jika Nasrudin bersama 3 tersangka lainya berinisial JS, EF satu namanya belum diketahui mereka diduga terlibat kasus penggelapan 20 unit mobil dan sekarang mendekam ditahanan Polrestabes Surabaya.

Pengakuan ini disampaikan langsung oleh AKP. Teguh Setiawan Kanit Pidana Ekonomi (PIDEK) Polrestabes Surabaya kepada berita-rakyat.co.id pada,  Kamis (27/02/2020).

"Iya benar," katanya dengan singkat melalui nomer seluler pribadinya.

Disinggung terkait keterlibatan Nasrudin dan beberapa pelaku lainya yang diamankan oleh pihak Polrestabes Surabaya,   Kanit Pidana Ekonomi ini menuturkan jika besok akan melakukan press rilis dihadapan sejumlah awak media.

"Besok ya,  akan disampaikan saat press rilis" ujarnya sedikit tegas.

Sementara itu,  senada tak kunjung ada kabar atau surat pemberitahuan kepada pihak keluarga Nasrudin juga disampaikan oleh paman NS,  Rian yang merupakan adik ipar Nasrudin.

Rian,  berharap kepada pihak kepolisian agar memberitahu kepada keluarga,  jika kakak iparnya Nasrudin sedang diamankan oleh Polrestabes Surabaya.

"Kami keluarga menunggu kabar dari polisi,  terkait Nasrudin yang sedang diamankan pihak polisi. Agar keluarga dan anak-anaknya tidak khawatir atas keselamatan ayahnya, " keluh Rian

Rian juga memikirkan masa depan,  skologi seorang anak NS, jika mendengar ayahnya telah diamankan pihak kepolisian karena tersandung kasus.

"Ns,  keponakan saya. Masih dibawah umur dan masih sekolah,  jangan sampai ada rasa malu dan takut dihadapan teman-teman sekolahnya, karena orang tuanya ditangkap polisi,  " katanya (26/02/2020).

Besar harapan Rian agar masalah ini tidak berlarut-larut dan segera selesai karena NS selama ini banyak menyendiri dan menangis paskah orang tuanya hilang dan dikabarkan di tangkap pihak polisi.


Penulis : Abdi

Rabu, 26 Februari 2020

Diamankan Polisi,  Orang Tua yang Dicari Siswi SMA Negeri di Sidoarjo

Diamankan Polisi, Orang Tua yang Dicari Siswi SMA Negeri di Sidoarjo

Foto: Nasrudin Ayah Ns Salah Satu Siswi SMA Negeri Sidoarjo Yang diamankan pihak Kepolisian/Doc.BR.
Berita Rakyat, Surabaya - Kabar hilangnya orang tua NS Siswa salah satu SMA Negeri di Sidoarjo,  mulai terkuak. Rian (42), paman NS,  menyebut Nasrudin (53) sejak tanggal 12 Februari 2020 yang raib dari rumahnya dan tanpa kabar ternyata diamankan pihak kepolisian

Ditemui wartawan Rabu (26/02/2020). Rian sempat terkejut saat keponakan dari kakak iparnya itu mencari orang tuanya lewat media.

"Saya sempat kaget mendapat kabar jika NS putri dari kakak ipar saya, Nasrudin, viral di media. Sengaja saya tidak memberitahukan keberadaan ayahnya,  yang tersandung kasus yang diamankan polisi, karena belum ada pemberitahuan pihak kepolisian,   "ungkap Rian.

Rian tidak tahu kakak iparnya tersandung kasus apa hingga diamankan polisi.  Namun dirinya mencoba mencari kebenaran pada saat penggeledahan melalui warga, disekitar rumah Nasrudin (53) didaerah Brebek  Waru Sidoarjo.

"Saya juga mendapat kabar dari warga jika pada tanggal 14 Februari 2020,  ada petugas polisi menggeledah rumah kakak ipar saya." ujarnya.

Untuk membuktikan kebenaran kakak iparnya itu, Rian mendatangi salah satu kantor kepolisian di Surabaya. Dia juga sekaligus berniat membesuk Nasrudin inginnmenhetahui kondisi kakaknya.

"Saya tanya petugas jaga tahanan pada Kamis, (20/02/2020).  Untuk membesuk kakak ipar saya Nasrudin,  Alhamdulillah saya bertemu kakak saya dengan suasana dibatasi teralis besi dan tahanan lainya. Tidak lama saya membesuk,  hanya memastikan kebenaran informasi yang beredar, "ungkapnya.

Sementara itu pemerhati hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) H. AM Masduki (57),  menuturkan kepada berita-rakyat.co.id,  Rabu (26/02/2020). Dirinya menyayangkan langkah penangkapan terhadap Nasrudin ayah dari NS siswi salah satu SMA Negeri di Sidoarjo sebagai tersangka. 

"Sangat disayangkan,  jika pihak keluarga tidak mengetahui atas penangkapan seseorang yang sudah ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian. Apalagi sampai keluarga terdekatnya tidak diberitahu sebelumnya. Dan,  apakah sudah sesuai protap  saat menangkap seseorang yang dianggap telah melakukan tindak kejahatan, " pungkasnya.

Masduki juga mengkhawatirkan dampak pikologis seorang anak yang ayahnya sudah ditetapkan sebagai tersangka ketika orang tuanya hilang tanpa sepengetahuannya. 

"Ada dua dampak psikologinya. pertama psikologis soal masa depan tanpa orang tuanya. Kedua gangguan psikologis terhadap teman teman sekolahnya, dan keluarga hingga tetangga sekitar, " pungkas nya Masduki (26/02/2020).


Penulis : Abdi

Selasa, 25 Februari 2020

Gunakan Surat Ukur Ajudikasi,  Pengacara Thody "Tuding" Hakim Ada Keberpihakan

Gunakan Surat Ukur Ajudikasi, Pengacara Thody "Tuding" Hakim Ada Keberpihakan

Foto: Para Pihak Hadir Mengikuti Gelar Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum PT.  SAS dan Fery Setiawan Hutomo.
Berita Rakyat, Surabaya - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Maxi Sigarlaki kembali menggelar sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) memasuki pekarangan orang lain antara PT Sanggar Asri Sentosa (SAS) dan Ferry Setiawan Hutomo.

Sidang digelar dengan agenda pemeriksaan setempat (PS) yang dilaksanakan di objek yang berada di kawasan Graha Family, Surabaya Barat, Selasa (25/2/2020).

Tidak membutuhkan waktu lama, dan tidak lebih dari 15 menit. Setelah para pihak mengikuti jalan nya sidang hakim Maxi Sigarlaki menyampaikan dihadapan para pihak baik dari PT. SAS dan Ferry Setiawan Hutomo dan hadir juga pihak BPN.

"Apapun hasil dari keputusan sidang nantinya,  para pihak harus bisa menerima dan legowo," ucap singkat majelis hakim pada saat dilokasi yang disengketakan di kawasan perumahan Graha Family Surabaya. (25/02/2020).

Andi selaku kuasa hukum dari PT. SAS yang ikut menghadiri gelar sidang tersebut menyampaikan jika dirinya mengikuti sidang tersebut untuk meninjau lokasi yang disengekatan.

"Kami meninjau lokasi objek yang disengketakan,  dan dihadiri majelis hakim pihak pengugat dan tergugat juga hadir.  Intinya batas-batas yang sudah diperiksa majelis hakim yang disengketakan adalah objeknya  dinyatakan sama oleh majelis hakim, " ujar Andi kepada media ini.

Sementara itu seusai sidang digelar oleh majelis hakim,  pihak tergugat Ferry Setiawan yang diwakili kuasa hukum G.W Thody SH. merasa kecewa oleh pihak majelis hakim.

Adanya duga'an keberpihakan antar majelis hakim kepada penggugat. Di lokasi, hakim menggunakan Surat ukur ajudikasi yang disodorkan pihak penggugat sebagai acuan, tidak menggunakan surat ukur terbaru yang dilakukan petugas BPN sebelumnya.


Tudingan ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum tergugat G.W Thody SH, surat ukur yang dikantongi PT SAS tersebut tumpang tindih. "Yang digugat PT SAS adalah Luas 2,700M2 persil 147, pernah dua kali pengajuan sertifikat ditolak BPN karena sudah terbit sertifikat, dasar kepemilikan penggugat adalah petok D tahun 1994, Padahal luas sertifikat 4,463M2 persil 47 dasar kepemilikan Jual Beli sertifikat Tahun 1988, sudah dicek BPN sesuai hasil plotting satelit BPN. Jadi tidak mungkin salah lokasi, Hakim seharusnya tidak menerima gugatan ini, karena luas tidak sama, persil tidak sama, dan tidak ada hasil ploting bpn yang membuktikan petok D ada di lokasi yang sama," beber Thody.

Selain itu pihak tergugat juga menyesalkan ketegasan pihak BPN yang hingga saat ini belum juga menerbitkan sertifikat pengganti sesuai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), padahal telah melaksanakan plotting dan lokasi tanah Gunardi Hutomo tidak salah.

"Selain itu gugatan tidak berhubungan dengan sengketa sertifikat, melainkan memasuki pekarangan orang yang sama sekali tidak bisa dibuktikan oleh PT SAS," tambah Thody.

Polemik ini berawal dari Gunardi Hutomo melaporkan kehilangan Sertifikat nomor 1153 seluas 4,463 M2 pada tahun 2015, dan PTUN telah menetapkan BPN untuk menerbitkan sertifikat pengganti.

BPN yang menjalankan tugas pengukuran di lokasi tanah yang sertifikatnya hilang dan telah sesuai dengan warkah dan hasil plotting satelit Online BPN, anehnya muncul gugatan perihal memasuki pekarangan orang lain dari PT Sanggar Asri Sentosa (SAS) yang memperoleh tanah yang diukur pihak BPN bersama dengan Gunardi Hutomo, berupa petok D atas nama Gidin P Ponadi seluas 2700M2 diterbitkan tahun 1994 oleh Lurah Babatan, Kecamatan Wiyung, Gatot Kasijanto, diatas sebagian tanah yang dimiliki Gunardi Hutomo  dan kemudian dijual oleh Gidin P Ponadi kepada William Joseph.

Kemudian dialihkan lagi untuk kepentingan tukar guling tanah antara PT Sanggar Asri Sentosa dengan  PT Pakuwon Jati, dan ternyata, di lokasi yang sama telah terbit sertifikat atas nama Gidin P Ponadi yang telah dijual dan telah balik nama menjadi atas nama Gunardi Hutomo pada tahun 1988, dibuktikan dengan Akta Jual Beli yang dilakukan dihadapan notaris Zuraida Zain.

Menurut kuasa hukum tergugat, bahwa Petok D yang dihadirkan sebagai bukti PT SAS adalah diduga hasil penggandaan Lurah GK dan sertifikat yang terbit atas nama Gunardi Hutomo adalah benar sah.

"Dibuktikan dengan putusan PTUN yang ditetapkan berdasarkan warkah dan hasil plotting satelit BPN yang memastikan sertifikat tidak berada dilokasi yang salah, jadi perihal gugatan memasuki pekarangan orang tanpa ijin adalah tidak benar," imbuh Thody kepada media ini.

Penulis : Abdi

Senin, 24 Februari 2020

Lagi Viral Anak Hilang,  Siswi Ini Malah Mencari Keberadaan Orang Tuanya

Lagi Viral Anak Hilang, Siswi Ini Malah Mencari Keberadaan Orang Tuanya

Foto. Siswi NS 16th,  sedang berkeluh kesah kesujumlah wartawan.
Berita Rakyat, Surabaya -  Surabaya lagi viral anak hilang,  namun kali ini Surabaya geger seorang siswa SMA kehilangan kedua orang tuanya. Keberanian salah satu siswi  NS (16) siswi kelas 1 SMA Negeri di Sidoarjo patut diacungi jempol. Merasa rindu kedua orang tuanya dan sedih karena kehilangan kabar keberadaan ibu dan ayah nya,  dia NS mengutarakan kesedihanya kepada berita-rakyat.co.id pada,  Senin (24/02/2020).

Disebuah cafe sederhana dikawasan Pakis Gunung, Surabaya,  NS berharap segera mendapatkan informasi keberadaan ayah dan ibunya.

"Ayah saya bernama Nasrudin (50) dan Ibu saya bernama Kartika (42) sudah 12 hari ini tidak ada kabar keberadaanya, padahal nomor hp nya aktif, tapi kalau ditelpon tidak pernah diangkat," kata NS kepada media ini.

Menurut NS, ayahnya lebih dulu menghilang sejak 12 Februari 2020 lalu, disusul dua hari kemudian ibunya juga diketahui sudah tidak ada di rumah.

"Kalau ayah saya sudah 12 hari tidak ada kabar, sedangkan ibu diketahui menghilang sejak 10 hari lalu, atau dua hari sejak ayah menghilang," terang NS.

Dijelaskan NS, selama ini dirinya memang tidak tinggal bersama kedua orang tuanya melainkan tinggal bersama kakaknya di daerah Brebek, Waru, Sidoarjo.

NS mengatakan jika ayahnya memiliki usaha jual beli mobil, sedangkan ibunya memiliki usaha toko bangunan.

"Ayah saya punya usaha jual beli mobil, sedangkan ibu punya usaha toko bangunan. Selama ini saya tinggal bersama kakak saya," jelas NS (24/02/2020).

NS berharap dimanapun kedua orang tuanya berada agar segera memberikan kabar kepada dirinya dan juga saudara-saudaranya. Sebagai seorang anak, tentunya NS sangat khawatir dengan nasib kedua orang tuanya. Apalagi dia juga masih butuh nafkah, bimbingan dan nasehat dari kedua orang tuanya.

"Saya berharap kedua orang tua saya segera memberikan kabar, jujur saya sangat khawatir dengan nasib mereka, karena saya juga masih sangat membutuhkan asuhan dan bimbingan dari kedua orang tua saya," pungkas NS.


Penulis : Abdi

Sabtu, 22 Februari 2020

Sekjen Kemendagri Minta BNPP Jaga Eksistensi

Sekjen Kemendagri Minta BNPP Jaga Eksistensi


Jumat, 21 Februari 2020

Berita Rakyat, Jakarta -  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk menjaga eksistensi dan terbatas pada pengelolalan Pos Batas Lintas Negara (PLBN) saja. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Kemendagri dan BNPP di Operation Room Gedung B Lt.2 Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (21/02/2020).

“BNPP meskipun berkembang pesat dalam pengelolaan PLBN, namun akhirnya BNPP ini bagaikan komponen yang menangani PLBN, ini perkembangannya ya, saya mohon pada pertemuan pagi hari ini untuk dipahami, supaya eksistensi BNPP ini betul-betul bisa dijaga, karena kalau mengurusi PLBN terus BNPP semakin tenggelam, karena PLBN itu merupakan sub bagian salah satu elemen saja,” kata Hadi.

Oleh karena itu, Hadi menekankan pembagian kerja yang jelas antar deputi, agar masing-masing deputi mampu mengambil peran sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.


“Pembagian kerja, harus dihidupkan bagian-bagian deputi itu, ini harus mengambil peranan, jangan sampai BNPP ini lama-lama runyam, oleh karena itu Kabag Organisasi bersama organisasi BNPP untuk pemantapan kedepan perlu dikembangkan, terutama mekanisme kinerja dan supaya terbangun sinergi antara Kemendagri dan BNPP,” pesannya.

Disamping itu, selain mengelola batas wilayah negara, pemantapan peran BNPP juga perlu dilakukan, mengingat keanggotaan BNPP terdiri dari 18 Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian serta 13 Gubernur di Kawasan Perbatasan di bawah koordinasi dan pengawasan Kemendagri.

“Kita upayakan kemantapan dan peran BNPP, karena BNPP pun tidak punya pengawas sendiri, BNPP kan tidak punya inspektorat, inspektoratnya ada di Kemendagri, ikut Kemendagri, inilah yang menunjukkan bahwa kinerja BNPP merupakan pendukung atau support kepada Kemendagri,” pungkasnya.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP) adalah Badan Pengelola Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara. BNPP merupakan lembaga nonstruktural yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan dalam hal ini diduduki oleh Menteri Dalam Negeri yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Sumber : Puspen Kemendagri
Editor : Abdi
Didampingi Mendagri, Presiden Tinjau Tol Pertama di Aceh

Didampingi Mendagri, Presiden Tinjau Tol Pertama di Aceh

Foto: Presiden RI Joko Widodo bersama Staf Mendagri Meninjau Lokasi Tol Pertama di Banda Aceh.
Jumat, 21 Februari 2020.

Berita Rakyat, Banda Aceh  - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian Ph.D., mendampingi Presiden Joko Widodo untuk meninjau tol pertama di Aceh. Kunjungan dilakukan pada Jumat (21/02/2020).

Presiden beserta rombongan tiba di Simpang Susun Blang Bintang yang merupakan seksi 4 dari ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli yang menghubungkan Indrapuri dan Blang Bintang. Pembangunan jalan tol tersebut merupakan yang pertama di Provinsi Aceh dan direncanakan terhubung dengan jalan tol trans-Sumatera yang bermula dari Provinsi Lampung.

"Tol dari Banda Aceh menuju Sigli ini 74 kilometer dan alhamdulillah pembebasan tanahnya berjalan dengan baik. Biasanya proses konstruksinya yang terhenti di pembebasannya, tapi di sini pembebasannya cepat. Saya kira proses konstruksinya juga harus mengejar," ujar Presiden setibanya di lokasi peninjauan.

Presiden mengatakan bahwa cepatnya proses pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan tersebut disebabkan karena seluruh pihak terkait bekerja dengan sangat baik. Elemen pemerintah daerah, juga pelaksana kontraktor, memberikan penjelasan yang sangat baik kepada masyarakat terkait manfaat pembangunan jalan tol tersebut bagi masyarakat setempat.

Pengerjaan jalan tol trans-Sumatera memang terus dikebut oleh pemerintah. Pada November 2019 lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan jalan tol trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang merupakan ruas jalan tol terpanjang yang pernah diresmikan Presiden Jokowi hingga saat ini, yakni sepanjang 189,2 kilometer. Jalan tol di Provinsi Lampung tersebut nantinya akan disambungkan dengan ruas jalan tol di Palembang dan akan mengurangi waktu tempuh secara signifikan.
Foto: Joko Widodo memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan.
Presiden berharap agar pada tahun 2024 mendatang, jalan tol trans-Sumatera yang menghubungkan Lampung hingga Aceh sudah dapat diselesaikan sehingga mempercepat mobilitas orang dan barang yang nantinya akan meningkatkan indeks daya saing Indonesia.

Selain didampingi Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit, dan Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo juga turut mendampingi lawatan Presiden tersebut.

Editor : Abdi
Sumber : Puspen Kemendagri

Jumat, 21 Februari 2020

Kabar Duka Pencipta Lagu  "Bento" Naniel Tutup Usia

Kabar Duka Pencipta Lagu "Bento" Naniel Tutup Usia

Foto : Naniel Chusnul Yakin almarhum sang pencipta lagu Bento.
Berita Rakyat, Jakarta  - KABAR duka musisi nyentrik kalem dan lembut itu. Ku ketahui dari dunia maya dan dari beberapa Mlmedia sosial. 

Ya.. Naniel Chusnul Yakin nama lengkapnya. Arek Suroboyo ini menutup usianya yang ke 67 tahun, pada hari Jumat (21/02/2020), pukul 10.30 Wib.

Naniel meninggal dirumah sakit Permata Pamulang, Tangerang Selatan. Kondisinya masih dalam perawatan medis lantaran terserang stroke bertahun-tahun.

Aku baru tahu kabar kakek bercucu dua ini seminggu yang lalu dari seorang teman dimedia sosial. Naniel sudah lama ku kenal. Banyak pula yang ku kenang.

Kali pertama kami bertemu saat bersama-sama belajar menulis jurnalistik di Majalah Liberty. Majalah yang beralamat di Jalan Pahlawan Surabaya ini saat itu dikelola Bondan Winarno, yang dikenal dengan program kuliner Mak Nyuus sebelum meninggal dunia.

Bondan merekrut almarhum Anshori Thayib sebagai pemimpin redaksi. Juga ada senior fotografi handal dari ibukota Enong Ismail.

Naniel bergabung sebagai penulis seni dan musik. Maklum tahun 1980-an saat itu, dia sudah dikenal sebagai musisi bersama almarhum Gombloh dan almarhum Leo Kristi.

Selain Naniel, Liberty juga diperkuat sastrawan muda Rusdy Zaki, yang kondang coretannya ketika mengkritisi rektor Universitas Airlangga.

Naniel dan Rusdy ternyata bukan orang lain. Kakak beradik. Sama sama kalem tapi berjiwa tegar dan teguh pendiriannya.

Bedanya, fisik Rusdy lebih kecil dan berkacamata tebal. Berambut lurus tidak gondrong.

Sedangkan Naniel berambut ikal, gondrong dan agak kekar. Perangainya sama kalemnya. Sama-sama menghormati setiap orang. Tidak mengesankan sebagai arek Suroboyo yang sangar.

Karya jurnalistik Naniel mantap sekali. Semantap lirik lagu yang dikemasnya. Apalagi olahan redaktur senior  sekelas Mas Anshori dan Mas Enong membuat semua karyanya layak baca.

Naniel dan Rusdy sering jalan bareng. Liputan bersama. Sedangkan aku lebih banyak meliput tentang sosial dan wisata bersama Mas Enong dan Pak Sanyoto Suwito (almarhum).

Setahun setelah kami bersama-sama berkarya di Liberty, Naniel lebih memilih berkarya di ibukota. Saya kemudian bergabung di Harian Pagi Memorandum tahun 1984. 

Setelah itu, kami tak pernah bersua lagi dengan pria yang baik hati, lemah lembut, dan gaul dengan siapapun ini. Apalagi saya juga harus fokus setelah hijrah ke Jawa Pos.

Perkembangan Naniel, yang ku kagumi, terdengar dari cerita Rusdy. Kebetulan adik kandung Naniel ini, ku ajak untuk membidani program boso Suroboyoan, Pojok Kampung di JTV.

Tidak lama bergabung di Pojok Kampung, Rusdy minta ijin keluar. Alasannya, bahasa Pojok Kampung terlalu kasar. Kosroh! Tidak sesuai dengan tatakrama kesuroboyoan.

Sejak itu, kami putus kontak. Silaturahim kami hanya via media sosial. Khususnya melihat status di facebook.

Kabar meninggalnya Naniel memang sempat menggetarkan hati. Sahabat seprofesi ini sejak ku kenal hingga sekarang, telah memberikan kenangan yang mendalam.

Keteguhannya dalam berkarya,  telah menginspirasi ku hingga aku bisa bertahan jadi jurnalis. Pesan dan petuahnya tidak pernah dilakukan di hadapan orang. Dia lebih suka face to face.

Naniel yang istrinya, Nini Widowati, meninggal dua bulan sebelumnya ini, benar-benar telah meninggalkan banyak karya.

Seperti yang dilansir berita portal NgopiBareng, Naniel semasa hidupnya pernah menjadi pentolan Konser Rakyat Leo Kristi, bersama almarhum Leo Kristi dan Mung Sriwiyana. 

Naniel juga motor penggerak grup musik Bengkel Muda Surabaya bersama Gombloh dan Franky Sahilatua. 

Saat masih bersama teman-temannya di Bengkel Muda Surabaya, tahun 1980, Naniel sudah mengeluarkan album yang berisi lagu-lagu ciptaannya, bertajuk Perjalanan. 

Semua lagu dalam album ini dinyanyikannya sendiri, dengan suara yang khas, lembut dan tipis.

Tahun 1989, Naniel ikut mendirikan grup musik legendaris Swami bersama Sawung Jabo, Iwan Fals, Nanoe, Inisisri, Jockie Suryoprayogo, Totok Tewel serta Setiawan Dodi.

Kontribusi Naniel pada grup ini bukan saja sebagai pemusik, tetapi juga sebagai pengarang lagu, terutama lirik-liriknya.

Pada hampir semua lagu Swami yang hit, Naniel ikut terlibat penciptaannya bersama Iwan Fals dan Sawung Jabo, antara lain Bento, Badut, Esek-esek Uduk-uduk, Bunga Trotoar, Condet, Potret, pada album Swami Volume I.

Pada Swami volume 2, Naniel dikabarkan NgopiBareng kembali banyak terlibat dalam penciptaan lagu, antara lain lagu Hio, Kuda Lumping, Nyanyian Jiwa, Koran-koranku dan Rog-rog Asem.

Setelah menelorkan dua album tersebut, Swami bubar. Naniel   kemudian bergabung dengan kelompok musik Suket 1992, bersama Jockie Suryoprayogo,  Didit, Edi Kemput, Jalu dan  Rere. 

Naniel terlibat dalam penciptaan semua lagu pada satu-satunya album Suket yang bertajuk Potret Zaman. Beberapa lagu dalam album ini menjadi hit, antara lain Kontradiksi, Spekulasi, Renungan, Potret Zaman dan Dunia Asmara.

Karya-karya Naniel kini menjadi legenda hidup. 
Perjalanan hidupnya penuh liku. Dia sosok musikus yang sederhana. Hidup di rumah kecil yangbtak sebanding dengan nama besarnya.

Terakhir dia menderita komplikasi stroke, pneumonia dan ginjal.
Sawung Jabo yang saat ini berada di Australia, terkejut dengan berita kematian Naniel.

Sawung Jabo sudah tahu Naniel sakit sejak lama. "Waduh, kehilangan dulur satu lagi. Yaa, persenyawaan saya dan Naniel ya di group Swami, Dalbo, dimana kita sama sama berproses dan mengolah kemungkinan menjadi kenyataan," kata Sawung Jabo melalui pesan WhatsApp, Jumat siang, yang dikutip NgopiBareng.

Putra keduanya, Mahamuni Paksi, pukul 11.00 memposting informasi di Facebook; Innallilahi wa innaillahi rojiun,,, telah meninggal dunia Naniel Yakin ayah kami.... Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT......mohon doa agar terang kuburnya........amin. Naniel akan dikebumikan TPU Pondok Pucung,Tangerang Sabtu (22/20/2020).

Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali. Selamat jalan kawan! 


Penulis : Cak amu
Figur Parpol, Non-Parpol Bersaing Ketat di Pilwali Surabaya

Figur Parpol, Non-Parpol Bersaing Ketat di Pilwali Surabaya


Berita Rakyat, Surabaya - Persaingan pemilihan calon dan wakil wali kota Surabaya bakal berlangsung ketat. Figur figur yang berbasis partai politik (parpol) dan non-parpol saling mengintai peluang pada Pilkada Surabaya 2020, tujuh bulan lagi.

Hal itu bisa dilihat dari hasil Riset Pilkada Surabaya yang diprakarasi JTV dan Institute 10 Nopember Surabaya (ITS). Tim riset independen ini telah menemukan karakteristik pemimpin dan permasalahan pokok yang dianggap penting bagi warga Surabaya.

Dalam penyelenggaraan survei pada 12 Februari – 19 Februari 2020, tim riset telah mengukur tingkat pengenalan (popularitas) dan keterpilihan (elektabilitas) figur-figur yang siap berkompetisi. Nama-nama itu disaring dari sumber pemberitaan di media massa arus utama di Surabaya. Khususnya program berita Jatim Awan, Pojok Pitu, dan Pojok Kampung JTV. 

Kepala Pusat Riset Pilkada JTV Machmud Suhermono menjelaskan, rilis survei popularitas dan elektabilitas ini merupakan yang pertama dilakukan di Surabaya oleh lembaga survei tepercaya dan independen. Karena baru yang pertama, dan masih ada rentang waktu sekitar 7 bulan (213 hari) sebelum coblosan, maka dari sisi persentase popularitas dan elektabilitas figur-figur masih merata dan diangka di bawah 10 persen. 

“Hasil survei ini semacam tolok ukur, modal awal popularitas dan elektabilitas figur-figur yang selama ini sudah mengenalkan diri ke publik melalui media,“ sebut Machmud. 

Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melibatkan 450 responden berusia 17 tahun ke atas (memiliki hak pilih). Sampel diambil di seluruh wilayah di Surabaya, dengan jumlah sampel tiap wilayah proporsional terhadap jumlah penduduk Surabaya. Rentan margin of error sebesar 2,5 % dengan tingkat kepercayaan 95%. 

Dengan mengetahui modal awal itulah, para bakal calon itu mempunyai ukuran dalam menyusun strategi untuk menggenjot popularitas dan elektabilitas masing-masing hingga mencapai hasil maksimal hingga hari pemungutan suara pada 23 September 2020.

Menariknya, meskipun Pilwali Surabaya 2020 diprediksi akan menjadi panggung pertarungan bagi partai-partai besar seperti PDIP, PKB, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PSI. 

Namun figur-figur non-parpol juga mendapat perhatian publik Surabaya dan siap menjadi pesaing kuat dari figur-figur yang diusung parpol. “Jika tren di survei pertama ini berlanjut hingga hari coblosan, maka terjadi persaingan figur dari parpol dengan figur non-parpol cukup ketat di Pilwali Surabaya 2020,” jelas Machmud.

Sutikno, kepala Tim Riset Pilkada ITS, menambahkan, dari sisi popularitas, nama-nama yang sudah banyak dikenal publik mencapai tingkat pengenalan yang merata. “Sebagai bagian dari pasangan yang sedang menjabat (incumbent) Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana meraih pengenalan tertinggi hingga 39,21%,“ rinci Kepala Pusat Studi Potensi Daerah Dan Perberdayaan Masyarakat LPPM ITS itu. 

Dua figur muda yakni Anggota DPR RI dari Partai Golkar Adies Kadir dan Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda mendekati Wisnu di posisi kedua dan ketiga dengan tingkat pengenalan 30,90 % dan 29,66%. (amri)